Divisi Kavaleri 1 AS Uji Coba Drone Tempur Presisi Switchblade 600
Teknologi
Robotika
30 Sep 2025
249 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Switchblade 600 meningkatkan kemampuan serangan presisi bagi Divisi Kavaleri 1.
Pengujian ini menunjukkan kemajuan dalam modernisasi teknologi militer Angkatan Darat AS.
Inisiatif Pegasus Charge bertujuan untuk mengubah taktik tempur unit bersenjata.
Tentara AS dari Divisi Kavaleri ke-1 berhasil melakukan uji coba tembakan langsung pertama menggunakan drone tempur Switchblade 600 di Fort Cavazos. Ini adalah bagian dari upaya modernisasi unit lapis baja untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi dan keselamatan tentara di medan perang.
Switchblade 600 adalah drone mini yang diluncurkan dari tabung dan membawa hulu ledak multipurpose Javelin. Drone ini dapat terbang hingga jarak 43.45 km (27 mil) dengan waktu operasional sekitar 40-45 menit, memungkinkan pasukan untuk menyerang target dari jarak jauh.
Drone ini dikendalikan secara langsung oleh operator yang menggunakan kamera onboard untuk mengidentifikasi dan menyerang sasaran secara presisi, serta bisa dialihkan ulang jika kondisi medan berubah demi mengurangi risiko kerusakan tidak sengaja.
Sebelum uji coba tembakan, para tentara menjalani pelatihan selama lima hari bersama produsen sistem untuk mempelajari cara setup, persenjataan, serta penggunaan drone untuk pengintaian dan serangan. Pelatihan ini membantu mempercepat adaptasi para operator baru.
Penggunaan Switchblade 600 merupakan contoh penerapan teknologi drone dalam operasi lapis baja, didorong juga oleh pelajaran dari konflik di Ukraina di mana peran drone sangat penting. Drone ini diperkirakan akan terus dioptimalkan dan dipakai dalam latihan besar di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Michael O'Hanlon, Senior Fellow di Brookings Institution
Pengujian Switchblade 600 menandai kemajuan besar dalam kemampuan tempur drone militer AS, yang dapat mengubah dinamika peperangan darat dengan kemampuan serang dan intelijen cepat yang terintegrasi secara real-time.

