Perlambatan Pasar HP Indonesia Kuartal II 2025, Transsion dan Samsung Unggul
Teknologi
Gadgets dan Wearable
30 Sep 2025
19 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengapalan HP di Indonesia mengalami penurunan signifikan pada kuartal-II 2025.
Vivo dan Oppo adalah merek yang mengalami penurunan terbanyak di pasar Indonesia.
Transsion dan Samsung menunjukkan pertumbuhan yang positif di pasar HP Indonesia dan Asia Tenggara.
Pada kuartal kedua tahun 2025, pengapalan ponsel di Indonesia mengalami penurunan sebesar 3,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini berasal dari laporan resmi IDC, firma riset ternama yang memantau pasar teknologi global. Penurunan ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia tidak terlalu antusias membeli ponsel baru di tengah situasi ekonomi saat ini.
Dua merek ponsel asal China, vivo dan Oppo, mengalami penurunan pengapalan yang sangat tajam, dengan vivo turun 32,1% dan Oppo turun 29,2%. Di sisi lain, Xiaomi masih mencatat pertumbuhan tipis sebesar 0,2%, sementara Transsion berhasil menjadi merek teratas dengan pertumbuhan pengapalan sebesar 9,5%. Samsung juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik sebesar 7%.
Jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, pasar HP Indonesia menjadi yang paling menurun. Pasar Vietnam juga turun, tapi tidak sebesar Indonesia. Sebaliknya, negara seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura semua menunjukkan pertumbuhan pengapalan ponsel yang positif, dengan Filipina memimpin pertumbuhan sebesar 17,2%.
Menurut seorang analis IDC di Malaysia, Hoon Yik Phang, pertumbuhan pasar di Malaysia didorong oleh konsumen yang beralih ke ponsel dengan harga di bawah Rp 1.67 juta (US$100) akibat ketidakpastian ekonomi. Ini menandakan bahwa produk dengan harga terjangkau kini menjadi pilihan utama di kawasan ini. Filipina pun menunjukkan pemulihan setelah periode penyesuaian inventaris, menandakan tren yang membaik.
Samsung menjadi pemain paling dominan di Asia Tenggara secara keseluruhan dengan pertumbuhan pengapalan sebesar 15,9%. Merek-merek lain seperti Transsion dan Xiaomi juga menunjukkan pertumbuhan positif. Namun, Oppo dan Vivo menunjukkan penurunan pengapalan terbesar di kawasan ini. Masih belum diketahui bagaimana perkembangan pasar HP Indonesia di kuartal berikutnya, dan publik menanti laporan selanjutnya.
Analisis Ahli
Hoon Yik Phang
Pasar Malaysia tumbuh karena pergeseran konsumen ke HP di bawah US$100, menunjukkan bahwa harga terjangkau adalah kunci sukses saat ini di kawasan Asia Tenggara.

