Negara Lain Kejar Talenta Teknologi Setelah AS Naikkan Biaya Visa H-1B
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
29 Sep 2025
163 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan visa baru AS dapat mempengaruhi daya saing negara dalam menarik talenta internasional.
Negara lain seperti China, UK, dan Kanada sedang mengambil langkah untuk menarik pekerja terampil yang mungkin beralih dari AS.
Ada ketidakpastian dalam sistem imigrasi AS yang dapat memengaruhi bisnis yang mempekerjakan pekerja asing.
Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan kenaikan biaya sebesar 100.000 dolar AS untuk program visa H-1B, sebuah izin kerja bagi tenaga kerja terampil asing. Program ini biasanya digunakan oleh perusahaan teknologi besar untuk mendapatkan pekerja asing di bidang teknologi dan AI. Namun, kebijakan baru ini menimbulkan kontroversi karena dianggap menyulitkan perusahaan dan menekan gaji pekerja Amerika.
Sementara itu, beberapa negara lain mulai menarik perhatian para pekerja terampil yang biasanya ingin bekerja di AS. Cina akan meluncurkan Visa K yang memudahkan lulusan muda bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk tinggal di sana tanpa harus memiliki tawaran kerja dulu. Ini adalah langkah untuk menarik lebih banyak talenta asing ke pasar tenaga kerja mereka.
Inggris juga sedang mempertimbangkan pengurangan atau penghapusan biaya visa bagi para pekerja berbakat dari seluruh dunia. Negara ini ingin menjadi tujuan yang lebih menarik bagi tenaga kerja teknologi terbaik setelah kebijakan AS yang lebih ketat. Perdana Menteri Inggris memberikan pernyataan tegas supaya proses visa menjadi lebih mudah dan ramah bagi talenta global.
Kanada juga ingin menjadi pilihan utama bagi pekerja teknologi asing yang sebelumnya mengincar AS. Perdana Menteri Kanada menyatakan bahwa negaranya sedang membuat program yang jelas dan mudah diakses untuk para profesional teknologi agar bisa bekerja dan tinggal di Kanada dengan lebih mudah. Ini adalah bagian dari persaingan global dalam menarik bakat teknologi.
Kebijakan baru AS ini menambahkan ketidakpastian bagi perusahaan asing yang beroperasi di AS karena biaya yang meningkat dan regulasi yang cepat berubah. Sementara itu, negara-negara pesaing justru menawarkan kemudahan dan insentif untuk menarik tenaga kerja terampil, yang berpotensi mengurangi daya saing AS di sektor teknologi dan inovasi.
Analisis Ahli
Sophie Alcorn
Sistem imigrasi bisnis AS sedang dalam perubahan besar, dan biaya baru H-1B adalah perubahan signifikan yang menimbulkan ketidakpastian bagi perusahaan dan pekerja, dengan prioritas baru pada pekerja bergaji lebih tinggi yang kemungkinan akan terus berubah dalam beberapa bulan mendatang.
