AI summary
Biaya baru untuk visa H-1B dapat mengancam kemampuan startup untuk merekrut talenta. Perusahaan besar memiliki sumber daya untuk mengatasi biaya baru ini, tetapi startup mungkin tidak mampu. Ada risiko bahwa talenta akan beralih ke negara lain yang lebih ramah terhadap imigrasi dan inovasi. Presiden Donald Trump menetapkan biaya 100.000 dolar AS untuk pengajuan visa H-1B baru, menimbulkan kekhawatiran di kalangan startup teknologi. Kebijakan ini berlaku mulai siklus lottery visa berikutnya dan tidak berdampak pada pemegang visa yang sudah ada saat ini.Startup dan investor mengatakan bahwa biaya sebesar itu sangat mahal bagi tim awal yang sedang berjuang dengan modal terbatas. Mereka khawatir kebijakan ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk mempekerjakan tenaga kerja asing yang berbakat.Beberapa perusahaan besar seperti Amazon, Microsoft, dan Google mengimbau pekerja H-1B agar menghindari perjalanan internasional untuk menghindari risiko tidak bisa kembali ke AS akibat biaya baru ini. Tesla dan Goldman Sachs juga memberikan arahan serupa.Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, mengklarifikasi bahwa biaya tidak berlaku untuk pemegang visa saat ini atau perpanjangan visa, dan mereka bisa keluar dan masuk AS seperti biasa. Namun, inisiatif ini tetap dikhawatirkan akan menyebabkan perpindahan talenta ke negara lain seperti Kanada dan Inggris.Para ahli dan pelaku industri berpendapat bahwa pengenaan biaya baru ini berpotensi menurunkan daya tarik AS sebagai tujuan utama talenta teknologi dunia, dan kebijakan ini kemungkinan akan menghadapi tantangan hukum karena belum melalui proses yang sesuai.
Kebijakan ini sangat kontraproduktif untuk ekosistem startup AS yang mengandalkan ide segar dan tenaga ahli internasional dengan anggaran terbatas. Alih-alih membatasi biaya, seharusnya pemerintah fokus menciptakan iklim investasi dan inovasi yang mempermudah akses tenaga kerja berbakat tanpa beban berat bagi perusahaan kecil.