Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Mengonsumsi Daging Ikan Hiu: Risiko Merkuri dan Racun Berbahaya

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
29 Sep 2025
109 dibaca
2 menit
Bahaya Mengonsumsi Daging Ikan Hiu: Risiko Merkuri dan Racun Berbahaya

AI summary

Daging ikan hiu dapat mengandung merkuri dan arsenik yang berbahaya bagi kesehatan.
Keracunan massal di Ketapang menunjukkan pentingnya pemilihan menu yang aman untuk anak-anak.
Biomagnifikasi membuat hiu berisiko tinggi mengakumulasi racun dalam tubuhnya.
Baru-baru ini terjadi kasus keracunan massal di Kalimantan Barat yang diduga akibat konsumsi daging ikan hiu dalam program Makan Bergizi Gratis. Banyak siswa SD mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan ikan hiu sebagai bahan makanan.Ikan hiu adalah predator puncak dalam rantai makanan laut sehingga mudah menyerap dan mengakumulasi berbagai racun seperti merkuri, timbal, dan arsenik dalam tubuhnya. Proses ini dikenal dengan biomagnifikasi, yang membuat daging ikan hiu berpotensi sangat berbahaya untuk dikonsumsi.Merkuri khususnya dalam bentuk metilmerkuri sangat beracun dan dapat tersimpan dalam tubuh manusia, menyebabkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Dokter toksikologi menyatakan bahwa merkuri adalah salah satu racun yang paling aktif dan berbahaya bagi manusia.Selain merkuri, penelitian juga menemukan kadar arsenik dan timbal yang tinggi dalam daging ikan hiu. Kandungan-kandungan ini melampaui standar aman bagi konsumsi manusia, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap efek racun tersebut.Tidak hanya itu, kandungan urea dalam daging hiu yang terurai menjadi amonia setelah kematian hiu juga membuat daging terasa dan berbau tidak sedap. Kesimpulannya, mengonsumsi ikan hiu sangat tidak disarankan demi menjaga kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Experts Analysis

Dr. Hermann Fruse
Merkuri adalah racun yang sangat berbahaya bagi manusia dan dapat menumpuk dalam tubuh melalui konsumsi ikan predator tingkat tinggi seperti hiu.
Jann Gilbert
Kadar arsenik yang ditemukan pada berbagai spesies hiu jauh melebihi batas konsumsi aman, sehingga konsumsi daging hiu harus dihindari.
Editorial Note
Sebagai ahli kesehatan masyarakat, saya melihat pentingnya edukasi dan pengawasan ketat dalam program pemberian makanan agar tidak terjadi pengulangan kasus keracunan. Selain itu, pemerintah harus menetapkan regulasi yang jelas terkait bahan makanan yang aman untuk anak-anak demi menghindari bahaya toksikologi yang serius.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.