Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mitos Tembok Besar China dan Bangunan Bumi yang Terlihat dari Luar Angkasa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
28 Sep 2025
174 dibaca
2 menit
Mitos Tembok Besar China dan Bangunan Bumi yang Terlihat dari Luar Angkasa

Rangkuman 15 Detik

Tembok Besar China tidak terlihat jelas dari luar angkasa meskipun panjangnya mencapai lebih dari 21.000 km.
Hanya beberapa bangunan besar yang dapat dilihat dari luar angkasa tanpa alat bantu, seperti Bendungan Tiga Ngarai dan Bingham Canyon.
Pendapat para astronot mengenai visibilitas bangunan dari luar angkasa dapat bervariasi tergantung pada kondisi dan alat yang digunakan.
Beberapa bangunan besar di bumi dikabarkan bisa terlihat dari luar angkasa, tapi ternyata Tembok Besar China tidak termasuk di antaranya. Meskipun panjangnya mencapai 21.196,18 kilometer, tembok ini terlalu sempit dan memiliki warna yang mirip dengan lingkungan sekitarnya sehingga sulit dilihat dengan mata dari luar angkasa. Chris Hadfield, mantan komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mengatakan secara langsung bahwa Tembok Besar China tidak jelas terlihat dari luar angkasa. Dia menjelaskan bahwa bentuknya yang mengikuti kontur alam membuatnya sulit dikenali dari orbit. Garis Karman, sebuah batas di ketinggian 100 km di atas permukaan bumi yang menjadi batas antara atmosfer dan antariksa, menjadi titik referensi untuk melihat bangunan dari luar angkasa. Beberapa bangunan seperti Palm Jumeirah di Dubai dapat terlihat dari ketinggian ini dengan bantuan lensa khusus. Pandangan tentang apakah Piramida Giza bisa terlihat dari luar angkasa berbeda. Astronot Tim Peake mengatakan piramida tidak bisa dilihat tanpa alat, sedangkan Leroy Chiao mengatakan bisa terlihat dengan mata telanjang saat kondisi cuaca dan cahaya mendukung. Selain itu, bendungan besar seperti Bendungan Tiga Ngarai di Cina dan tambang Bingham Canyon di Amerika Serikat juga tercatat bisa dilihat jelas dari luar angkasa, bahkan tanpa alat bantu khusus, menunjukkan bahwa ukuran dan kontras warna bangunan sangat menentukan visibilitasnya dari orbit.

Analisis Ahli

Chris Hadfield
Tembok Besar China terlalu sempit dan mengikuti warna alam sehingga tidak terlihat jelas dari luar angkasa.
Katrina Bossert
Garis Karman adalah ketinggian penting dimana satelit dapat mengorbit Bumi tanpa terbakar atau jatuh.
Leroy Chiao
Piramida Giza dapat terlihat dengan mata telanjang dari orbit pada kondisi pencahayaan dan cuaca yang baik.