Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Neuralink Elon Musk Tembus 12 Pasien Implan Otak, Uji Coba Jadi Global

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
28 Sep 2025
151 dibaca
2 menit
Neuralink Elon Musk Tembus 12 Pasien Implan Otak, Uji Coba Jadi Global

Rangkuman 15 Detik

Neuralink telah berhasil mengimplan 12 pasien dengan implan otak yang inovatif.
Implan otak dirancang untuk membantu individu dengan kelumpuhan parah mengendalikan perangkat dengan pikiran.
FDA memberikan persetujuan setelah menilai keamanan implan Neuralink.
Neuralink, perusahaan teknologi yang didirikan Elon Musk, terus mengembangkan implan otak yang dapat membantu pasien dengan kelumpuhan parah mengendalikan alat hanya dengan pikiran. Kini, 12 pasien di seluruh dunia telah menjalani pemasangan chip tersebut, meningkat dari laporan sebelumnya yang hanya 7 pasien. Implan ini memungkinkan pengguna untuk menggerakkan perangkat digital dan fisik menggunakan sinyal otak mereka. Pasien sudah memakai alat tersebut secara kolektif selama 2.000 hari dengan total jam pemakaian mencapai lebih dari 15.000 jam, membuktikan bahwa alat ini dapat digunakan untuk waktu yang lama dan membantu aktivitas sehari-hari. Neuralink juga tengah memperluas uji klinis ke luar Amerika Serikat, terutama di Inggris, bersama beberapa rumah sakit besar seperti University College London Hospitals dan Newcastle Hospitals. Ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk mempercepat pengembangan teknologi agar bisa digunakan lebih luas. Perusahaan ini sudah mendapatkan pendanaan besar sebesar Rp 10.86 triliun (US$650 juta) dan berhasil memperoleh izin dari FDA Amerika Serikat setelah sebelumnya ditolak pada 2022 atas kekhawatiran keamanan. Uji coba manusia sendiri dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2024. Dengan teknologi ini, selain potensi besar di bidang kesehatan dan rehabilitasi saraf, Neuralink juga membuka peluang revolusi di teknologi antarmuka manusia dan mesin, yang mungkin akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan perangkat digital di masa depan.

Analisis Ahli

Dr. Miguel Nicolelis (neurosaintis terkenal)
Teknologi seperti Neuralink memiliki potensi transformasi besar bagi pemulihan fungsi saraf, tetapi harus diimbangi dengan standardisasi dan pengujian ketat untuk menjamin keselamatan pasien dalam jangka panjang.
Prof. Mary Lou Jepsen (ahli neuroteknologi)
Perkembangan Neuralink adalah bukti nyata bahwa antarmuka otak-komputer masa depan sudah mulai terwujud, namun adaptasi sosial dan regulasi menjadi kunci penerapan teknologi ini secara luas.