China Umumkan Target Emisi Gas Rumah Kaca hingga 2035, Apa Artinya?
Sains
Iklim dan Lingkungan
26 Sep 2025
130 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Target pengurangan emisi Tiongkok akan berdampak signifikan pada emisi global.
Ini adalah pertama kalinya Tiongkok menetapkan target yang mencakup semua gas rumah kaca, termasuk metana dan nitrous oxide.
Ada perdebatan di kalangan peneliti mengenai ambisi dan efektivitas target pengurangan emisi Tiongkok.
China, sebagai penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca dunia, baru saja mengumumkan target baru untuk mengurangi emisi gas rumah kacanya sebesar 7 hingga 10 persen dari tingkat puncaknya pada tahun 2035. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xi Jinping dalam pidato video pada KTT Iklim PBB tanggal 24 September. Langkah ini penting karena dapat memberikan gambaran bagaimana emisi dunia akan berubah dalam satu dekade ke depan.
Sebelumnya, China sudah berjanji untuk mencapai puncak emisi karbon dioksida sebelum tahun 2030 dan mencapai netral karbon pada 2060. Namun, ini adalah pertama kalinya China secara resmi menyusun rencana pasca-puncak emisi yang melibatkan semua jenis gas rumah kaca, seperti metana dan gas nitrous oxide, bukan hanya CO₂. Para ahli menilai ini sebagai kemajuan karena menyertakan aspek yang lebih luas dari polutan gas rumah kaca.
Meskipun langkah ini disambut baik, beberapa analis mengkritik target tersebut dianggap kurang ambisius. Mereka berpendapat bahwa pengurangan 7-10% tidak cukup untuk memenuhi tujuan Perjanjian Paris yang menargetkan pembatasan kenaikan suhu dunia di bawah 1,5 hingga 2 derajat Celsius. Terlebih lagi, cara China mendefinisikan angka tersebut sebagai persentase dari jumlah yang tidak spesifik membuat targetnya menjadi kurang transparan.
Namun, juga ada pendapat yang lebih optimis, yang menyebut bahwa pengurangan total emisi gas rumah kaca sebesar itu secara tidak langsung berarti pengurangan emisi CO₂ yang lebih tinggi karena sulitnya memitigasi emisi non-CO₂. Studi yang dilakukan oleh Zhang Da dan koleganya menunjukkan bahwa dengan penurunan CO₂ sebesar 10-12% dari puncaknya pada 2035, China dapat meraih target netral karbon pada 2060 dan juga membantu dunia mencapai target suhu 2 derajat.
Secara keseluruhan, keputusan China ini menjadi sinyal penting bagi dunia dalam upaya kolektif menghadapi perubahan iklim. Jika China berhasil menurunkan emisi sesuai dengan rencana, penurunan emisi global kemungkinan akan mulai terjadi setelah 2035. Namun, kecepatan dan transparansi pelaksanaan kebijakan ini tetap menjadi kunci agar target iklim global tercapai.
Analisis Ahli
Lauri Myllyvirta
Target pengurangan 7-10% dari tingkat puncak tanpa definisi jelas membuka kemungkinan peningkatan emisi jangka pendek dan tidak cukup ambisius untuk mematuhi target suhu 1,5 hingga 2 derajat.Zhang Da
Mengurangi emisi non-CO₂ sulit, sehingga target 7-10% penurunan keseluruhan si Gas Rumah Kaca sebenarnya mengisyaratkan pengurangan CO₂ yang lebih besar, ini adalah langkah penting untuk keberhasilan karbon netral tahun 2060.
