Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Donald Trump Serang Kepala Urusan Global Microsoft Karena Latar Politik

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
News Publisher
27 Sep 2025
1032 dibaca
2 menit
Donald Trump Serang Kepala Urusan Global Microsoft Karena Latar Politik

TLDR

Donald Trump terus menargetkan individu yang dianggapnya sebagai ancaman, terutama yang terlibat dalam pemerintahan Biden.
Lisa Monaco baru saja menjabat di Microsoft dan sudah menjadi pusat perhatian dalam konteks politik.
Microsoft menghadapi tantangan dalam menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak sambil menangani isu-isu sosial dan politik.
Presiden Donald Trump baru-baru ini menargetkan Lisa Monaco, kepala urusan global Microsoft, setelah sebelumnya gagal membatalkan acara Jimmy Kimmel dan memanipulasi CEO Intel, Lip-Bu Tan. Di platform media sosial Truth Social, Trump menuduh Monaco sebagai sosok korup dan mengancam keamanan nasional AS, walaupun Monaco baru menjabat di Microsoft sejak Mei dan publik baru mengetahui perannya sebulan terakhir.Serangan Trump terhadap Monaco dipicu terutama oleh masa lalu politiknya sebagai Deputi Jaksa Agung AS di bawah pemerintahan Biden dan Merrick Garland, yang mengawasi kasus hukum federal terhadap Trump sendiri. Trump juga mengklaim telah mencabut izin keamanan Monaco dan menyebutnya mendapat akses ke informasi sensitif melalui jabatan barunya di Microsoft.Microsoft sendiri selama ini belum menjadi sasaran langsung Trump, terutama karena CEO Satya Nadella menjaga hubungan baik dengan pemerintahan Trump. Namun, perusahaan mulai membatasi kerja sama dengan militer Israel yang melakukan pengawasan massal terhadap warga Palestina, yang jadi sorotan publik dan mungkin berdampak terhadap sikap Trump terhadap Microsoft.Serangan Trump terhadap Monaco bisa jadi muncul karena baru mengetahui jabatan barunya di Microsoft melalui laporan media seperti yang diunggah oleh Maria Bartiromo di Fox Business. Ini menunjukkan bagaimana informasi terbaru bisa memicu reaksi politik yang agresif, terutama dalam konteks ketegangan antara Trump dan pemerintahan Biden.Selain isu politik, Microsoft juga menghadapi kontroversi lain seperti peningkatan biaya visa H-1B sebesar 100,000 dolar AS, yang berpotensi mengurangi tenaga kerja asingnya. Kondisi ini memperlihatkan kompleksitas tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi besar di tengah tekanan politik, sosial, dan ekonomi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.