Ketegangan Besar di Balik Kemitraan Microsoft dan OpenAI yang Senilai Miliaran
Teknologi
Kecerdasan Buatan
19 Jun 2025
218 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Hubungan antara Microsoft dan OpenAI mengalami ketegangan yang signifikan.
OpenAI berusaha mendapatkan lebih banyak kekuasaan komputasi dan kesepakatan yang lebih menguntungkan dari Microsoft.
Microsoft bersiap untuk bersaing dengan OpenAI dengan mengembangkan model AI alternatif dan layanan cloud baru.
Microsoft dan OpenAI memulai kolaborasi besar dengan investasi 13 miliar dolar, tetapi hubungan mereka kini mengalami ketegangan karena negosiasi kontrak yang rumit dan perselisihan seputar pembagian pendapatan serta kontrol bisnis. OpenAI ingin memperluas akses komputasi dan bertransformasi menjadi perusahaan berorientasi laba, tetapi masih bergantung pada persetujuan Microsoft.
Konflik terbaru mencuat di tengah potensi akuisisi alat coding AI Windsurf oleh OpenAI, yang ingin mengakuinya sebagai produk bebas dari kontrak eksklusif dengan Microsoft. Situasi ini bisa memicu tuduhan praktik anti persaingan dan membuka penyelidikan lebih mendalam dari regulator AS, termasuk FTC yang sudah menyelidiki elite teknologi ini.
Microsoft memiliki beberapa perjanjian pembagian pendapatan kompleks dengan OpenAI, termasuk 20 persen pendapatan dari ChatGPT dan layanan API, ditambah bagi hasil dari pendapatan iklan Bing dan Edge jika terjadi pertumbuhan. Meski begitu, Microsoft sedang menyiapkan diri dengan mengembangkan model AI alternatif dan menghostingnya di platform Azure AI Foundry, sebagai antisipasi jika hubungan dengan OpenAI memburuk.
Pada akhir 2023, krisis kepercayaan terjadi saat OpenAI memecat CEO Sam Altman, yang menyebabkan kekacauan besar dan menurunkan harga saham Microsoft. Namun setelah Altman diangkat kembali, Microsoft terus mendorong pengembangan teknologi AI internal dan bersaing langsung dengan OpenAI, bahkan memasukkan OpenAI sebagai pesaing langsung dalam strategi mereka di pasar AI.
Meski ada gesekan, Microsoft tetap berkomitmen menjalin kemitraan dan menjajaki berbagai model AI, serta berusaha mengintegrasikan teknologi AI ke dalam produk konsumen dan bisnisnya. Namun ketegangan dan persaingan semakin memperumit masa depan kolaborasi Microsoft dan OpenAI, dengan potensi dampak besar pada industri AI global.



