Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Suno v5: Kemajuan Musik AI Tapi Masih Kurang Emosi dan Keautentikan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
26 Sep 2025
157 dibaca
2 menit
Suno v5: Kemajuan Musik AI Tapi Masih Kurang Emosi dan Keautentikan

Rangkuman 15 Detik

Model Suno v5 menawarkan peningkatan kualitas audio meskipun masih terbatas dalam mengekspresikan emosi.
Suno kesulitan dalam memahami dan mereproduksi genre musik yang spesifik dan era tertentu.
Vokal yang dihasilkan oleh Suno sering kali terdengar generik dan tidak mampu menyampaikan kedalaman emosional yang diharapkan.
Suno adalah alat kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk membuat musik secara otomatis. Versi terbaru dari alat ini, Suno v5, menghadirkan peningkatan kemampuan teknis dibanding versi sebelumnya, terutama dalam hal kualitas audio yang lebih bersih dan pemisahan suara instrumen yang lebih jelas. Ini membuat musik yang dihasilkan terdengar lebih terorganisir dan profesional dibandingkan sebelumnya. Namun, meski Suno v5 sanggup membuat aransemen musik yang lebih kompleks dan bervariasi dengan struktur lagu yang lebih dinamis, ada kendala besar pada unsur vokal. Vokal yang dihasilkan masih terasa sangat generik, terlalu halus dan penuh efek seperti reverb sehingga kehilangan kesan alami dan emosional. Bahkan ketika pengguna meminta vokal tanpa efek tambahan, model ini sering mengabaikan permintaan tersebut. Selain itu, Suno v5 juga belum mampu secara akurat meniru genre musik tertentu yang spesifik dari era tertentu. Misalnya, ketika diuji dengan permintaan musik indie rock tahun 1990-an atau musik krautrock 1970-an, hasilnya sering terdengar lebih modern dan tidak sesuai dengan karakter waktu tersebut. Ini menunjukkan keterbatasan model AI dalam memahami konteks sejarah dan gaya musik secara mendalam. Percobaan menggunakan lagu asli yang sudah ada pun memperlihatkan bahwa Suno v5 bisa melakukan remix dengan cara yang menarik, tapi tetap tidak mampu menangkap nuansa dan keaslian rekaman asli yang raw dan emosional. Hal ini mengindikasikan bahwa Suno masih gagal memberikan kedalaman emosional yang dibawa oleh rekaman langsung dari musisi manusia. Kesimpulannya, meskipun Suno v5 menunjukkan kemajuan yang mengesankan dari sisi teknis, AI musik ini masih belum mampu menghadirkan vokal yang benar-benar hidup dan penuh emosi. Keterbatasan ini menjadi tantangan besar bagi masa depan penciptaan musik AI jika ingin bersaing dengan karya manusia, khususnya dalam mereplikasi kedalaman perasaan yang sering menyentuh pendengar.

Analisis Ahli

Henry Phipps
Model AI belum bisa mereplikasi detail emosional vokal manusia secara sempurna sehingga kesan vokal terasa kaku.
kritikus musik independen
Suno v5 bagus dalam meningkatkan kualitas teknis tapi kurang dalam mengekspresikan ciri khas artistik yang membuat musik terasa hidup.