Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenWav: Platform Baru Bantu Artis Musik Dapatkan Penghasilan Langsung dari Fans

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
TechCrunch TechCrunch
12 Sep 2025
91 dibaca
2 menit
OpenWav: Platform Baru Bantu Artis Musik Dapatkan Penghasilan Langsung dari Fans

Rangkuman 15 Detik

Industri musik saat ini menghadapi tantangan besar terkait model bisnis streaming yang merugikan artis.
OpenWav berupaya memberdayakan artis dengan memberikan platform langsung untuk berinteraksi dengan penggemar.
AI dapat berfungsi sebagai alat bantu bagi artis dalam menciptakan karya dan merencanakan aktivitas mereka.
Industri musik saat ini menghadapi masalah besar karena banyak artis, terutama yang baru, mendapatkan bayaran sangat kecil dari platform streaming seperti Spotify. Wyclef Jean, musisi dan produser pemenang Grammy, menyuarakan keprihatinannya dengan model bisnis yang ia anggap buruk dan tidak adil bagi para musisi baru. Untuk mengatasi masalah ini, Wyclef Jean bersama Jaeson Ma, pendiri startup OpenWav, meluncurkan sebuah aplikasi yang memungkinkan artis untuk terhubung langsung dengan penggemar mereka tanpa perantara. Aplikasi ini memungkinkan artis menjual merchandise, tiket konser, mengadakan acara khusus, dan menjual musik eksklusif secara langsung. Jaeson Ma menjelaskan bahwa fokus utama OpenWav adalah membangun komunitas penggemar sejati, bukan hanya sekadar mencari jutaan pendengar secara statistik. Jika seorang artis memiliki 1.000 penggemar sejati yang masing-masing mendukung dengan 10 dolar per bulan, artis itu bisa mendapatkan Rp 2.00 miliar ($120,000) per tahun, pendapatan yang jauh lebih berkelanjutan dibandingkan hanya dari streaming. Selain itu, OpenWav akan mengintegrasikan teknologi AI dalam fase kedua peluncuran aplikasi mereka. AI akan membantu artis dalam hal pembuatan karya kreatif seperti desain merch, album art, bahkan memberikan rekomendasi bagaimana mengelola tur atau mempromosikan lagu baru, membantu artis seolah memiliki manajer digital. Konsep yang diusung OpenWav berbeda dari Spotify atau platform besar lainnya karena fokus kepada artis indie atau baru yang ingin membangun komunitas dan mendapatkan penghasilan langsung dari fans tanpa harus bergantung pada label besar atau sistem streaming yang saat ini dinilai tidak adil.

Analisis Ahli

Jaeson Ma
Industri musik rusak karena algoritma tidak menghargai musik, pembangun platform harus fokus bukan pada jumlah listeners tapi membangun 1.000 true fans yang memberi pendapatan nyata.
Wyclef Jean
Model bisnis streaming saat ini merugikan artis baru karena pembayaran sangat kecil dibandingkan jumlah stream yang harus dikumpulkan.
Timbaland
Menggunakan AI seperti Suno untuk memperkaya kreativitas dan produksi musik, menunjukkan AI bisa menjadi alat penting bagi musisi.