Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Amazon Bayar Rp41 Triliun Akibat Praktik Menyesatkan Layanan Prime

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
26 Sep 2025
1356 dibaca
2 menit
Amazon Bayar Rp41 Triliun Akibat Praktik Menyesatkan Layanan Prime

TLDR

Amazon setuju membayar denda yang besar akibat tuduhan praktik penipuan.
FTC berhasil mendapatkan restitusi konsumen terbesar kedua dalam sejarah lembaganya.
Pelanggan yang jarang menggunakan manfaat Prime akan menerima kompensasi otomatis.
Amazon sepakat membayar denda dan ganti rugi sebesar US$2,5 miliar atau sekitar Rp41 triliun akibat tuduhan dari Federal Trade Commission (FTC) yang menuduh perusahaan menipu konsumen layanan streaming Prime. Tuduhan ini bermula dari dugaan bahwa Amazon membuat pendaftaran dan pembatalan layanan Prime menjadi sulit sehingga banyak pengguna terjebak berlangganan.Sebanyak 35 juta pelanggan Amazon Prime yang mendaftar antara 23 Juni 2019 hingga 23 Juni 2025 dan jarang menggunakan manfaat akan menerima kompensasi sebesar US$51. Dana sebesar US$1,5 miliar dialokasikan untuk kompensasi pelanggan, sementara US$1 miliar sisanya dibayarkan sebagai denda kepada FTC.FTC mengungkapkan praktik menyesatkan ini telah berlangsung sejak 2017 sampai Amazon akhirnya mengubah prosesnya setelah diselidiki oleh lembaga tersebut. Sebagai bagian dari kesepakatan, Amazon harus mempermudah proses pembatalan, menyediakan tombol yang jelas untuk menolak langganan, dan memperjelas syarat serta ketentuan berlangganan layanan Prime.Lina Khan, mantan Ketua FTC yang memimpin gugatan ini, menyebut bahwa meski denda besar, nilai ini relatif kecil bagi Amazon mengingat perusahaan dapat meraup pendapatan sebesar US$2,5 miliar hanya dalam waktu 33 jam. Saham Amazon pun tidak banyak berubah setelah pengumuman ini, menunjukkan dampak finansial yang minimal bagi perusahaan.FTC menyatakan bahwa kasus ini menjadi restitusi konsumen terbesar kedua dalam sejarah lembaga tersebut. Ketua FTC Andrew Ferguson menyebut kemenangan ini sebagai pencapaian besar untuk melindungi jutaan konsumen Amerika dari praktik langganan yang menyesatkan dan merugikan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.