Amazon Bayar Rp41 Triliun Akibat Praktik Menyesatkan Layanan Prime
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
26 Sep 2025
167 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Amazon setuju membayar denda yang besar akibat tuduhan praktik penipuan.
FTC berhasil mendapatkan restitusi konsumen terbesar kedua dalam sejarah lembaganya.
Pelanggan yang jarang menggunakan manfaat Prime akan menerima kompensasi otomatis.
Amazon sepakat membayar denda dan ganti rugi sebesar Rp 41.75 triliun (US$2,5 miliar) atau sekitar Rp41 triliun akibat tuduhan dari Federal Trade Commission (FTC) yang menuduh perusahaan menipu konsumen layanan streaming Prime. Tuduhan ini bermula dari dugaan bahwa Amazon membuat pendaftaran dan pembatalan layanan Prime menjadi sulit sehingga banyak pengguna terjebak berlangganan.
Sebanyak 35 juta pelanggan Amazon Prime yang mendaftar antara 23 Juni 2019 hingga 23 Juni 2025 dan jarang menggunakan manfaat akan menerima kompensasi sebesar Rp 851.70 ribu (US$51) . Dana sebesar Rp 25.05 triliun (US$1,5 miliar) dialokasikan untuk kompensasi pelanggan, sementara Rp 16.70 triliun (US$1 miliar) sisanya dibayarkan sebagai denda kepada FTC.
FTC mengungkapkan praktik menyesatkan ini telah berlangsung sejak 2017 sampai Amazon akhirnya mengubah prosesnya setelah diselidiki oleh lembaga tersebut. Sebagai bagian dari kesepakatan, Amazon harus mempermudah proses pembatalan, menyediakan tombol yang jelas untuk menolak langganan, dan memperjelas syarat serta ketentuan berlangganan layanan Prime.
Lina Khan, mantan Ketua FTC yang memimpin gugatan ini, menyebut bahwa meski denda besar, nilai ini relatif kecil bagi Amazon mengingat perusahaan dapat meraup pendapatan sebesar Rp 41.75 triliun (US$2,5 miliar) hanya dalam waktu 33 jam. Saham Amazon pun tidak banyak berubah setelah pengumuman ini, menunjukkan dampak finansial yang minimal bagi perusahaan.
FTC menyatakan bahwa kasus ini menjadi restitusi konsumen terbesar kedua dalam sejarah lembaga tersebut. Ketua FTC Andrew Ferguson menyebut kemenangan ini sebagai pencapaian besar untuk melindungi jutaan konsumen Amerika dari praktik langganan yang menyesatkan dan merugikan.
Analisis Ahli
Lina Khan
Dampak penyelesaian ini relatif kecil bagi Amazon, menunjukkan bahwa perusahaan besar masih punya keunggulan besar dibanding konsumen yang dirugikan.

