Aplikasi Neon Mobile Bayar Pengguna dengan Rekam Panggilan, Data Dijual ke Perusahaan AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Sep 2025
230 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Neon Mobile menawarkan imbalan kepada pengguna untuk merekam panggilan telepon.
Data rekaman pengguna dijual kepada perusahaan AI untuk pengembangan teknologi.
Kebijakan lisensi Neon memberikan hak luas atas data pengguna, yang dapat menimbulkan kekhawatiran privasi.
Neon Mobile adalah sebuah aplikasi yang memberikan bayaran kepada pengguna berdasarkan durasi panggilan telepon yang mereka lakukan. Pengguna bisa mendapatkan hingga 30 sen dolar per menit saat menelepon pengguna Neon lain, dengan batas penghasilan maksimal sebesar 30 dolar per hari. Cara ini sangat menarik bagi banyak orang yang ingin mendapatkan uang tambahan lewat telepon.
Namun, ada hal penting yang perlu diketahui yaitu setiap panggilan yang dilakukan dan direkam oleh aplikasi tersebut akan dijual sebagai data ke perusahaan pengembang kecerdasan buatan atau AI. Data ini digunakan untuk melatih dan memperbaiki teknologi AI, walaupun nama perusahaan penerima data tersebut tidak disebutkan secara jelas oleh Neon Mobile.
Ketentuan layanan aplikasi Neon cukup luas dan memberikan izin kepada aplikasi untuk menggunakan dan menyebarkan hasil rekaman panggilan penggunanya dengan berbagai cara. Hal ini termasuk memperbanyak, memodifikasi, bahkan menampilkan rekaman tersebut secara publik. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait privasi pengguna yang mungkin belum sepenuhnya menyadari risiko dari perekaman tersebut.
Popularitas aplikasi ini juga meningkat sangat cepat di pasar Amerika Serikat. Dalam waktu singkat, Neon Mobile meroket dari peringkat 476 ke peringkat 2 dalam kategori jejaring sosial di App Store Amerika. Kenaikan ini menandakan banyak pengguna tertarik dengan iming-iming penghasilan tambahan yang ditawarkan aplikasi tersebut.
Sebagai kesimpulan, meskipun Neon Mobile menawarkan cara yang unik untuk menghasilkan uang, pengguna harus ekstra hati-hati terhadap data pribadi mereka yang direkam dan dijual. Hal ini dapat menimbulkan risiko pelanggaran privasi dan potensi penyalahgunaan data yang serius di masa depan.
Analisis Ahli
Edward Snowden
Pengumpulan data tanpa transparansi jelas adalah ancaman nyata terhadap privasi individu dan bisa disalahgunakan oleh korporasi maupun pemerintah.Shoshana Zuboff
Fenomena ini sangat erat kaitannya dengan kapitalisme pengawasan, di mana data pribadi diperdagangkan sebagai komoditas dengan risiko besar bagi kebebasan individu.
