Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Aplikasi Neon Tutup Sementara Setelah Bocorkan Rekaman Panggilan Pengguna

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
26 Sep 2025
72 dibaca
1 menit
Aplikasi Neon Tutup Sementara Setelah Bocorkan Rekaman Panggilan Pengguna

Rangkuman 15 Detik

Keamanan data pribadi adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan aplikasi.
Bahkan aplikasi populer dapat mengalami masalah keamanan yang serius.
Pengguna harus selalu waspada terhadap aplikasi yang mengakses data sensitif mereka.
Neon adalah aplikasi yang baru-baru ini viral karena membayar pengguna untuk merekam panggilan telepon mereka dan menjual rekaman ini kepada perusahaan yang mengembangkan teknologi AI. Dalam sekejap, aplikasi ini mendapat ribuan pengguna dan masuk dalam lima besar aplikasi gratis di iPhone. Namun, aplikasi ini mengalami masalah besar ketika ditemukan celah keamanan yang memungkinkan setiap pengguna dapat mengakses nomor telepon, rekaman panggilan, dan transkrip milik pengguna lain. Celah ini ditemukan saat TechCrunch melakukan pengujian jaringan pada aplikasi tersebut. Setelah ditemukannya masalah ini, pendiri Neon, Alex Kiam, memutuskan untuk menutup sementara layanan aplikasi tersebut dan mulai memberitahu pengguna untuk menghentikan pemakaian sementara demi perbaikan keamanan. Namun, dia tidak secara jelas menginformasikan soal kebocoran data yang terjadi. Teknologi di balik Neon tidak membatasi akses data antar pengguna yang seharusnya dilindungi. Sebanyak 75.000 unduhan sehari dan data tersebut terancam diekspos, sehingga berpotensi mencuri data privasi dan merekam percakapan orang tanpa sepengetahuan mereka. Hingga kini, Apple dan Google belum memberikan tanggapan mengenai kepatuhan Neon terhadap kebijakan mereka. Akan tetapi, kasus ini mengingatkan pentingnya keamanan dan privasi dalam pengembangan aplikasi terutama yang melibatkan data sensitif pengguna.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Kegagalan Neon dalam melindungi data penggunanya memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi sering mengabaikan keamanan demi pertumbuhan cepat, ini menggarisbawahi kebutuhan regulasi yang lebih ketat pada aplikasi pengumpulan data.
Eva Galperin
Kebocoran ini menunjukkan bahwa banyak pengembang aplikasi belum memahami risiko besar dalam menangani data pribadi yang sensitif, dan betapa pentingnya transparansi kepada pengguna ketika terjadi insiden keamanan.