Benarkah Stablecoin Bisa Jadi Solusi Ajaib untuk Utang Amerika 37 Triliun?
Finansial
Mata Uang Kripto
25 Sep 2025
235 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Klaim Rusia tentang utang AS menunjukkan kekhawatiran terhadap pengaruh crypto AS.
Migrasi utang AS ke stablecoin tidaklah legal atau teknis memungkinkan tanpa risiko default.
AS memiliki potensi untuk menciptakan stablecoin milik negara untuk memperkuat posisinya dalam pasar crypto.
Presiden AS Donald Trump pernah berjanji untuk melunasi utang negara AS sebesar 37 triliun dolar dengan Bitcoin, meskipun hal ini dianggap oleh banyak orang sebagai politisasi yang tidak realistis. Namun, penasihat Kremlin Anton Kobyakov menyatakan bahwa AS berencana memindahkan sebagian utang mereka ke dalam stablecoin, sebuah jenis cryptocurrency yang nilainya terikat dengan mata uang fiat, untuk mendiskon dan mengatur ulang utang tersebut. Klaim ini memicu perdebatan besar tentang keuntungan dan risiko strategi tersebut.
Kobyakov mengatakan AS akan memanfaatkan pengaruhnya di pasar crypto dan emas untuk menurunkan nilai utang melalui stablecoin. Menurutnya, dengan mendorong dunia masuk ke ekosistem cryptocurrency, AS bisa menyusun kembali utangnya tanpa harus membayar penuh sebanyak 37 triliun dolar. Namun, ia tidak memberikan rincian bagaimana mekanisme teknis atau hukum ini bisa dilaksanakan secara nyata.
Berbagai analis crypto dan hukum menilai klaim ini tidak dapat direalisasikan, karena utang negara berupa surat berharga merupakan kontrak legal yang tidak bisa diubah atau dihapus sembarangan tanpa menimbulkan default atau kesepakatan kebijakan resmi. Selain itu, stablecoin saat ini dikeluarkan oleh entitas swasta, bukan pemerintahan, sehingga pemerintah AS tidak bisa mengontrol secara langsung untuk tujuan pelunasan utang.
Meski begitu, stablecoin terbukti mampu memperluas akses global ke dolar AS dan memiliki potensi besar dalam dunia keuangan digital. AS bahkan dikabarkan mungkin akan mengembangkan stablecoin yang didukung oleh pemerintah sebagai alat pembayaran dan investasi resmi untuk memperkuat dolar di jaringan keuangan yang diatur, sekaligus bersaing dengan stablecoin swasta seperti Tether dan USDC.
Klaim dari Kremlin mengindikasikan kekhawatiran Rusia terhadap dominasi kripto AS yang dapat memperkuat pengaruh ekonomi global mereka. Ini juga membuka babak baru dalam konflik geopolitik antara AS dan Rusia dalam pasar kripto yang dikenal sebagai "coin wars." Sementara itu, penggunaan crypto sebagai alat pelunasan utang masih jauh dari kenyataan dan lebih kompleks daripada sekadar pindah ke stablecoin.
Analisis Ahli
Kony Kwong
Migrasi utang negara ke stablecoin bukan hal yang bisa dilakukan secara sederhana tanpa risiko hukum dan default, karena Treasury merupakan kontrak legal yang tidak bisa diubah secara sepihak.Jill Friedman
Stablecoin yang diterbitkan oleh entitas swasta meningkatkan akses ke dolar AS secara global, namun penghapusan utang lewat stablecoin berada di luar kewenangan pemerintah AS.Ben Ritz
Bitcoin dengan kapitalisasi pasar saat ini sangat kecil dibandingkan utang AS sebesar 37 triliun dolar, sehingga penggunaan Bitcoin untuk pelunasan utang secara besar-besaran sangat tidak realistis.