Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Diduga Gunakan Crypto dan Emas Untuk Atasi Utang 35 Triliun Dolar

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (7mo ago) cryptocurrency (7mo ago)
09 Sep 2025
272 dibaca
2 menit
AS Diduga Gunakan Crypto dan Emas Untuk Atasi Utang 35 Triliun Dolar

Rangkuman 15 Detik

AS berusaha menggunakan cryptocurrency dan emas untuk mengatasi utang besar mereka.
Rusia juga menunjukkan ketertarikan pada stablecoin meskipun sebelumnya melarang pembayaran cryptocurrency.
Krisis utang AS dapat menciptakan peluang baru untuk cryptocurrency, termasuk Bitcoin.
Seorang penasihat Presiden Rusia, Anton Kobyakov, mengungkapkan dalam forum ekonomi di Vladivostok bahwa Amerika Serikat mencoba memanfaatkan pasar cryptocurrency dan emas untuk mengurangi beban utang negara yang mencapai 35 triliun dolar. Menurutnya, ini dilakukan dengan mengubah aturan pasar untuk mengalihkan utang ke aset digital sebagai cara menghindari dampak utang yang besar pada ekonomi global. Kobyakov menjelaskan bahwa stablecoin, salah satu bentuk cryptocurrency yang nilainya dipatok pada mata uang fiat, akan digunakan AS sebagai media untuk mendiskontokan utang besar mereka. Strategi tersebut bertujuan untuk memulai ulang dari nilai yang sudah ditekan atau didevaluasi, sebagai respons terhadap menurunnya kepercayaan dunia terhadap mata uang dolar AS. Sementara itu, di Amerika Serikat, regulasi untuk stablecoin semakin matang. Presiden Trump menandatangani GENIUS Act yang memberikan kerangka hukum bagi penerbitan dan perdagangan stablecoin. Beberapa tokoh seperti CEO Coinbase, Brian Armstrong, bahkan melihat bahwa situasi utang ini bisa membuat kripto, seperti Bitcoin, menjadi mata uang cadangan global masa depan. Meski Rusia sempat melarang pembayaran menggunakan cryptocurrency pada 2022, negara tersebut kini mulai mengembangkan stablecoin yang didukung mata uang rubel dan berencana meluncurkannya di platform Tron. Ini menunjukkan adanya pergeseran sikap Rusia terhadap teknologi finansial digital, terutama untuk pembayaran dan penyelesaian perdagangan internasional. Kesimpulannya, penggunaan cryptocurrency dan emas oleh Amerika Serikat dalam menghadapi krisis utangnya menandai perubahan besar dalam sistem keuangan dunia yang selama ini bergantung pada dolar AS. Sementara itu, negara-negara seperti Rusia mulai memasuki arena cryptocurrency dengan kendali yang lebih ketat, menandai era baru persaingan dalam dominasi keuangan global.

Analisis Ahli

Brian Armstrong
Bitcoin bisa menjadi mata uang cadangan global di tengah krisis utang dan ketidakpercayaan terhadap dolar AS.
Scott Bessent
Cryptocurrency dapat mendukung supremasi dolar AS daripada melemahkannya jika diatur dengan baik.