Google Ajukan Banding ke Mahkamah Agung untuk Pertahankan Kontrol Android
Teknologi
Pengembangan Software
25 Sep 2025
256 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung terkait keputusan yang mengharuskan mereka mengubah cara pembayaran di Android.
Pengadilan Banding Sirkuit Kesembilan mendukung keputusan untuk memberikan lebih banyak kebebasan kepada pengembang aplikasi.
Kasus ini dapat memiliki dampak besar pada kontrol Google terhadap ekosistem aplikasi Android.
Google sedang menghadapi masalah hukum besar dengan Epic Games yang menantang kendali Google atas sistem pembayaran dan distribusi aplikasi di Android. Pengadilan banding memaksa Google untuk menghentikan praktik mereka yang memaksa pengembang menggunakan Google Play Billing sebagai satu-satunya pilihan pembayaran. Ini bisa jadi perubahan besar dalam cara aplikasi Android dijual dan distribusikan.
Untuk menanggapi keputusan ini, Google memilih untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung Amerika Serikat. Mereka berharap putusan tertinggi ini dapat menunda pelaksanaan keputusan dari pengadilan banding sehingga mereka bisa mempertahankan cara mereka mengelola ekosistem Android sementara proses hukum sedang berlangsung.
Google meminta Mahkamah Agung untuk segera memutuskan apakah akan menunda pelaksanaan putusan sampai tanggal 17 Oktober 2025. Sementara itu, hakim yang menangani kasus ini, James Donato, meminta kedua pihak—Google dan Epic Games—untuk menguraikan bagaimana mereka akan mematuhi keputusan pengadilan pada sidang yang dijadwalkan pada 30 Oktober mendatang.
Dalam kasus ini, Google juga mengangkat argumen bahwa hasil sidang Epic melawan Apple mungkin relevan bagi kasus yang sedang berjalan, dan bahwa pengadilan di tingkat bawah terlalu berlebihan dalam mengeluarkan perintah permanen terhadap Google. Hal ini menjadi poin penting dalam banding mereka karena bisa mempengaruhi putusan akhir Mahkamah Agung.
Perseteruan antara Google dan Epic Games ini sangat berpengaruh bagi masa depan ekosistem aplikasi di Android. Jika Google kalah di Mahkamah Agung, disinyalir akan membuka peluang bagi metode pembayaran alternatif dan toko aplikasi pihak ketiga, yang dapat mengubah pengalaman pengguna dan pengembang secara signifikan.
Analisis Ahli
Cory Doctorow
Keputusan ini bisa menjadi titik balik dalam regulasi teknologi besar dan mengakhiri dominasi monopolistik yang merugikan pengembang serta konsumen.Richard Stallman
Memecah kontrol Google atas Android adalah langkah penting menuju kebebasan perangkat lunak dan pengurangan ketergantungan pada platform ekslusif.