Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Kripto Anjlok dan Likuidasi Besar: Apa Artinya untuk Investor?

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
25 Sep 2025
237 dibaca
2 menit
Harga Kripto Anjlok dan Likuidasi Besar: Apa Artinya untuk Investor?

Rangkuman 15 Detik

Volatilitas harga kripto tetap tinggi, dengan likuidasi besar-besaran yang menunjukkan risiko investasi.
Ethereum masih lebih rentan terhadap fluktuasi harga dibandingkan Bitcoin, meskipun keduanya menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan S&P 500.
Pengelolaan risiko melalui strategi investasi yang bijak, seperti dollar-cost averaging, sangat penting dalam pasar kripto yang tidak stabil.
Harga Ethereum dan Bitcoin mengalami penurunan tajam pada 22 September 2025, dengan Ethereum turun 9% dan Bitcoin 3%. Penurunan ini menyebabkan likuidasi posisi kripto sebesar lebih dari 1,6 miliar dolar AS dalam 24 jam, yang merupakan likuidasi terbesar di tahun ini. Likuidasi terjadi karena banyak investor menggunakan leverage atau pinjaman untuk membeli kripto, yang memperbesar kerugian saat harga turun. Leverage di pasar kripto sekarang mencapai level yang sama seperti pada akhir 2021 dan awal 2022, sebelum pasar kripto memasuki fase bearish yang panjang. Tahun 2022 mengajarkan kita bahwa penggunaan leverage yang berlebihan dapat memperburuk volatilitas dan menyebabkan keruntuhan harga yang tajam. Selain itu, banyak perusahaan yang menambah aset kripto di neraca mereka dengan menggunakan dana pinjaman, meningkatkan risiko penjualan besar saat pasar melemah. Bitcoin telah mengalami turunnya volatilitas seiring meningkatnya minat dari investor institusional dan perkembangan produk investasi seperti ETF. Namun, Ethereum tetap lebih volatil karena perannya yang berbeda sebagai platform smart contract dan belum mendapatkan arus modal sebesar Bitcoin. Meski begitu, dalam setahun terakhir kedua aset ini tetap outperform S&P 500 dengan kenaikan masing-masing hampir 77% dan 57%. Strategi investasi yang bijak sangat penting di tengah kondisi pasar yang fluktuatif ini. Salah satu cara yang disarankan adalah dengan menggunakan dollar-cost averaging, yaitu membeli aset secara berkala dalam jumlah kecil untuk mengurangi risiko timing pasar. Penting juga agar porsi aset kripto dalam portofolio investasi tidak terlalu besar dan investor harus memiliki tujuan yang jelas agar tidak panik saat terjadi perubahan harga mendadak. Ke depannya, volatilitas harga kripto diperkirakan akan terus berlangsung karena berbagai faktor, termasuk kebijakan suku bunga Federal Reserve, regulasi yang masih berkembang, dan sentimen pasar. Analis menyatakan bahwa pasar bisa mengalami pergerakan ekstrim, dari penurunan ke sekitar 95.000 dolar untuk Bitcoin hingga potensi kenaikan ke lebih dari 140.000 dolar. Investor harus siap menghadapi ketidakpastian ini agar dapat menjaga portofolio mereka tetap aman.

Analisis Ahli

Fidelity
Bitcoin lebih stabil dibandingkan saham teknologi tertentu, namun tetap menunjukkan volatilitas yang signifikan.
Galaxy Digital
Pinjaman yang menggunakan aset kripto sebagai jaminan meningkat drastis, menandakan risiko berlebih di pasar yang bisa memperparah likuidasi.
The Motley Fool
Rekomendasi saham tradisional dianggap lebih aman dan memiliki potensi pengembalian jangka panjang yang lebih stabil dibandingkan investasi langsung pada Ethereum saat ini.