Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Harga Ethereum Turun Setelah Capai Rekor Tertinggi Baru

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
31 Agt 2025
258 dibaca
2 menit
Mengapa Harga Ethereum Turun Setelah Capai Rekor Tertinggi Baru

Rangkuman 15 Detik

Ethereum mengalami kenaikan harga yang signifikan, tetapi saat ini menghadapi tantangan yang dapat memengaruhi harga di masa depan.
Model bisnis perusahaan treasury Ethereum mengundang skeptisisme dan menambah risiko bagi investor.
Ketidakpastian mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve dapat berdampak negatif pada pasar cryptocurrency.
Ethereum adalah mata uang kripto terbesar kedua di dunia yang baru-baru ini mencapai harga tertinggi baru sekitar Rp 82.73 ribu ($4.954) pada Agustus 2023, mengalahkan rekor sebelumnya yang bertahan sejak 2021. Kenaikan harga ini terjadi setelah peningkatan permintaan yang luar biasa selama musim panas, dengan harga naik dari sekitar Rp 30.06 juta ($1.800 k) e hampir Rp 83.50 ribu ($5.000) dalam waktu beberapa bulan saja. Salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah hadirnya perusahaan-perusahaan baru yang berfokus membeli Ethereum menggunakan dana yang mereka kumpulkan dari investor luar. Contohnya adalah SharpLink Gaming dan Bitmine Immersion Technologies yang berubah menjadi perusahaan treasury Ethereum sehingga menciptakan tekanan beli tambahan di pasar. Namun, model bisnis perusahaan treasury ini menimbulkan risiko karena mereka membeli Ethereum bukan dari pendapatan operasional, melainkan pada dana yang diperoleh dari investor baru. Hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa harga Ethereum yang naik sekarang lebih banyak disebabkan oleh sirkulasi uang daripada fondasi ekonomi yang kuat. Faktor lain yang menekan harga Ethereum adalah ketidakpastian tentang pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Meskipun sempat ada harapan besar terkait penurunan suku bunga yang membuat aset berisiko seperti kripto lebih menarik, ketidakpastian dan kemungkinan hanya satu kali pemotongan membuat pasar menjadi ragu. Selain itu, Ethereum tidak memiliki katalis teknologi baru yang signifikan sejak upgrade terakhir pada Mei, dan belum ada produk baru yang diluncurkan. Banyak investor mulai mempertimbangkan untuk merealisasikan keuntungan dan menunggu momentum baru, sementara Ethereum tetap menjadi investasi menarik untuk jangka panjang walaupun dengan risiko volatilitas tinggi.

Analisis Ahli

Vitalik Buterin
Lebih fokus pada pengembangan ekosistem Ethereum secara desentralisasi dan kurang tertarik membuat Ethereum menjadi alat spekulasi Wall Street.
Tom Lee
Melihat Ethereum sebagai peluang investasi jangka panjang dengan potensi pertumbuhan, meskipun menghadapi volatilitas dan kebijakan moneter yang tidak pasti.