Perubahan Iklim Memicu Badai Super Typhoon Lebih Sering dan Lebih Hebat
Sains
Iklim dan Lingkungan
24 Sep 2025
5 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perubahan iklim berkontribusi pada peningkatan frekuensi dan intensitas badai.
Suhu laut yang lebih tinggi menyebabkan taifun menjadi lebih kuat dan bertahan lebih lama.
Penelitian dan pemahaman tentang perubahan iklim sangat penting untuk memprediksi dan mengelola risiko cuaca ekstrem.
Super Typhoon Ragasa baru-baru ini menyerang Hong Kong dan wilayah Guangdong di Tiongkok, menyebabkan kerusakan besar dan memicu kekhawatiran para ilmuwan iklim. Para ahli menyatakan bahwa perubahan iklim adalah faktor utama yang mendorong badai-badai tropis seperti ini muncul dengan frekuensi dan intensitas yang semakin tinggi.
Salah satu sebab utama meningkatnya kekuatan badai ini adalah naiknya suhu rata-rata permukaan laut di Samudra Pasifik, yang naik sekitar 1,5 derajat Celsius dalam seratus tahun terakhir. Dengan suhu laut yang lebih hangat, badai mendapatkan lebih banyak energi sehingga bisa menguat lebih cepat dan mencapai intensitas super typhoon.
Selain itu, badai-badai ini kini lebih cenderung bertahan lama di sepanjang garis pantai dan tidak bergerak cepat ke daratan seperti sebelumnya. Hal ini menyebabkan peningkatan hujan deras yang berkepanjangan dan risiko banjir yang lebih besar di daerah pesisir yang terdampak.
Benjamin Horton, seorang ahli dari City University of Hong Kong, menegaskan bahwa kejadian badai dengan intensitas dan pola seperti Ragasa adalah contoh nyata perubahan iklim yang terjadi saat ini. Ia juga menyatakan bahwa pola badai ini tidak seharusnya muncul dengan segera dan sering seperti sekarang.
Situasi semacam ini menunjukkan bahwa perubahan iklim sudah memberikan dampak nyata dan serius bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk mengambil tindakan adaptasi dan mitigasi agar risiko akibat badai super ini bisa diminimalkan di masa depan.
Analisis Ahli
Benjamin Horton
Super typhoon menjadi lebih sering dan intens karena meningkatnya energi yang tersedia dalam sistem badai yang disebabkan oleh pemanasan laut. Mereka juga lebih mungkin untuk bertahan di pesisir dan membawa curah hujan yang besar dan berkelanjutan.
