Larry Ellison dan Tantangan Besarnya Mengelola Filantropi Rp 6.56 quadriliun ($393 Miliar)
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
24 Sep 2025
152 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Larry Ellison memiliki rencana untuk memberi sebagian besar kekayaannya melalui proyek filantropi sendiri.
Ellison Institute of Technology bertujuan untuk menangani isu-isu global yang mendesak.
Ketegangan dalam kepemimpinan institusi menunjukkan tantangan dalam mencapai tujuan filantropi Ellison.
Larry Ellison, pendiri Oracle, kini menjadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan sekitar 393 miliar dolar AS pada 2025. Kekayaannya bertumbuh pesat berkat kenaikan nilai saham Oracle dan kepemilikan di Tesla. Meskipun telah berjanji untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya, Ellison memilih untuk menjalankan filantropinya dengan cara yang unik dan mandiri.
Ellison mendirikan Ellison Institute of Technology di Universitas Oxford, sebuah organisasi for-profit yang bertujuan menyelesaikan isu global seperti kesehatan, keamanan pangan, perubahan iklim, dan kecerdasan buatan. Namun, institusi ini menghadapi masalah internal terutama setelah terjadi perubahan kepemimpinan yang membuat ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat.
Pada 2024, Ellison mengangkat John Bell untuk memimpin riset di EIT, kemudian merekrut Santa Ono untuk berkolaborasi. Namun, hanya dua minggu setelah itu, Bell mengundurkan diri karena proyek tersebut dianggap sangat menantang. Laporan New York Times menyebutkan bahwa terdapat perdebatan mengenai cara terbaik mengkomersialisasikan riset sekaligus meragukan komitmen finansial Ellison.
Selain EIT, Ellison telah memberikan sumbangan besar untuk bidang kesehatan, seperti 200 juta dolar AS ke University of Southern California untuk pusat penelitian kanker dan lebih dari 1 miliar dolar AS ke Ellison Medical Foundation yang kini sudah ditutup. Meski begitu, sumbangan langsungnya lebih kecil dibandingkan dermawan terkenal lainnya karena ia lebih fokus pada proyek besar dan terstruktur.
Meski menghadapi tantangan dalam pengelolaan institusinya, Ellison terus menunjukkan komitmen untuk menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya akhirnya. Strateginya yang terpusat dan ekspansif menunjukkan gaya filantropi yang berbeda—mengutamakan kontrol penuh dan hasil jangka panjang, meskipun harus menghadapi risiko stabilitas dan kepercayaan dari tim yang terlibat.
Analisis Ahli
Bill Gates
Pendekatan Ellison sangat inovatif dalam kacamata filantropi besar, namun penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas agar hasil sosialnya bisa maksimal.Melinda French Gates
Keterlibatan langsung tokoh utama seperti Ellison dalam filantropi bisa menguntungkan jika diimbangi dengan pengelolaan profesional demi keberlanjutan jangka panjang.
