AI summary
Larry Ellison sempat menggantikan Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia. Oracle mengalami lonjakan saham yang signifikan berkat kontrak besar di bidang kecerdasan buatan. Keluarga Ellison terus memperluas kerajaan bisnis mereka dengan akuisisi besar dan proyek teknologi. Posisi orang terkaya di dunia sempat berubah ketika CEO Oracle, Larry Ellison, berhasil menggeser Elon Musk pada Rabu, 10 September 2025. Harga saham Oracle melonjak hingga 43 persen, sehingga kekayaan Ellison mencapai US$393 miliar. Ini membuatnya menjadi orang terkaya dunia untuk sementara waktu.Namun, hanya sehari kemudian, Elon Musk kembali merebut posisi puncak dengan total kekayaan US$436 miliar per 11 September 2025. Larry Ellison turun ke posisi kedua dengan kekayaan US$387,6 miliar. Di bawah mereka ada Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, dan Larry Page yang juga tercatat sebagai orang terkaya dunia.Lonjakan kekayaan Ellison didorong oleh ekspansi bisnisnya ke dunia kecerdasan buatan (AI), media, dan aktivitas politik. Keluarga Ellison bahkan membeli Paramount Global senilai US$8 miliar, yang mengelola CBS dan MTV. Ini membuat kerajaan bisnis mereka semakin besar dan beragam.Saham Oracle naik karena perusahaan mengumumkan memiliki backlog lebih dari US$450 miliar untuk layanan cloud dan kontrak terkait AI dengan perusahaan seperti Nvidia dan OpenAI. Oracle memperkirakan nilai backlog ini akan segera mencapai setengah triliun dolar, menandakan permintaan tinggi dalam industri teknologi dan AI.Larry Ellison telah lama berperan penting di Oracle sejak mendirikan perusahaan ini pada 1977. Saat ini ia menjabat sebagai ketua eksekutif dan kepala teknologi. Perusahaan tersebut kini bernilai mendekati US$1 triliun, menandai titik tertinggi dalam sejarahnya karena permintaan tinggi dari bisnis cloud dan AI.
Lonjakan kekayaan Larry Ellison mencerminkan betapa strategisnya diversifikasi bisnis ke bidang AI dan media di era digital saat ini. Sementara itu, Elon Musk tetap menguasai pasar berkat inovasi berkelanjutan dalam teknologi kendaraan listrik dan ruang angkasa, memperlihatkan bahwa kekayaan besar tetap bergantung pada visi teknologi jangka panjang.