Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Ransomware Lumpuhkan Bandara Besar Eropa, Dampak Hebat Terjadi

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (6mo ago) cyber-security (6mo ago)
23 Sep 2025
62 dibaca
1 menit
Serangan Ransomware Lumpuhkan Bandara Besar Eropa, Dampak Hebat Terjadi

Rangkuman 15 Detik

Serangan ransomware semakin sering terjadi di Eropa, menargetkan institusi dengan dampak yang lebih besar.
Bandara besar seperti Heathrow dan Brussels mengalami gangguan serius akibat serangan ini.
Perusahaan dan organisasi perlu meningkatkan keamanan siber untuk mencegah serangan yang merugikan.
Serangan ransomware yang melanda sejumlah bandara besar di Eropa sejak akhir pekan lalu telah menyebabkan gangguan pelayanan secara signifikan. Bandara seperti Brussels, London Heathrow, dan Berlin terkena dampak, membuat sistem check-in otomatis tidak dapat digunakan. Menurut survei dari Bitkom, ransomware menjadi jenis serangan siber yang paling umum di Eropa, dengan 1 dari 7 perusahaan yang menjadi korban akhirnya membayar tebusan. Kejahatan siber ini menargetkan institusi yang dapat menimbulkan kerusakan besar. ENISA, badan keamanan siber Uni Eropa, mengonfirmasi bahwa ransomware menjadi penyebab utama gangguan di bandara-bandar tersebut. Selain sistem check-in bermasalah, sejumlah penerbangan juga dibatalkan, setidaknya 60 penerbangan di hari Senin. Pelaku serangan yang ditujukan kepada sistem transaksi dan operasional maskapai di bandara melibatkan serangan siber terhadap Collins Aerospace, pemasok sistem check-in otomatis. Akibatnya, beberapa bandara melakukan cara manual seperti menulis boarding pass tangan dan menggunakan perangkat portable untuk proses check-in online. Hingga kini, para pihak keamanan masih belum mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini. Kejadian ini mengingatkan pentingnya peningkatan pertahanan keamanan siber terhadap infrastruktur vital seperti bandara demi menghindari gangguan besar di masa depan.

Analisis Ahli

Rafe Pilling
Serangan ransomware yang mengincar institusi dengan dampak tinggi semakin marak, sehingga dibutuhkan pendekatan keamanan yang lebih strategis dan berfokus pada pencegahan disruptif.