Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Emas dan Bitcoin Diprediksi Bisa Hidup Berdampingan di Neraca Bank Sentral 2030

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (7mo ago) cryptocurrency (7mo ago)
23 Sep 2025
285 dibaca
2 menit
Emas dan Bitcoin Diprediksi Bisa Hidup Berdampingan di Neraca Bank Sentral 2030

Rangkuman 15 Detik

Emas dan Bitcoin dapat saling melengkapi dalam cadangan bank sentral di masa depan.
Permintaan emas didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan inflasi.
Bitcoin menunjukkan potensi sebagai lindung nilai makro meskipun ada risiko volatilitas.
Harga emas dan bitcoin menunjukkan pergerakan yang berlawanan dalam waktu dekat. Bitcoin mengalami penurunan tajam, sementara emas berhasil mencapai harga tertinggi sepanjang masa yaitu 3.703 per ounce. Perbedaan ini menunjukkan peran berbeda antara aset berisiko seperti bitcoin dan aset safe haven seperti emas. Deutsche Bank memandang bahwa di masa depan, kedua aset ini bisa saling melengkapi. Bank sentral dunia mungkin akan menyimpan baik emas maupun bitcoin di neraca mereka pada tahun 2030. Ini terjadi karena ketidakpastian geopolitik dan perubahan kebijakan yang mempengaruhi permintaan terhadap kedua aset. Permintaan emas tetap tinggi terutama dari pembelian bank sentral dan investor yang mencari penyimpan nilai yang stabil. Sementara bitcoin, meski mengalami penurunan harga, menunjukkan volatilitas rendah yang menandakan adopsi dari pihak institusi semakin besar. Beberapa tokoh penting dan perusahaan juga telah menunjukkan dukungan terhadap bitcoin sebagai bagian dari strategi investasi mereka. Hal ini menunjukkan bitcoin mulai dilihat bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai instrumen lindung nilai makro. Bank central dan pasar global sedang mempertimbangkan bagaimana komposisi cadangan mereka harus berubah mengingat proporsi dolar AS yang menurun secara bertahap. Kombinasi antara emas dan bitcoin bisa menjadi jawaban untuk menjaga stabilitas dan diversifikasi cadangan di masa depan.

Analisis Ahli

Marion Laboure
Memandang bitcoin dan emas sebagai aset yang bisa coexist di neraca bank sentral, menimbang kondisi geopolitik dan ekonomi yang tidak pasti.
Camilla Siazon
Meyakini bahwa diversifikasi dengan bitcoin melengkapi portofolio emas dapat menjadi strategi yang lebih stabil di masa depan.