Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump dan Xi Capai Kemajuan Kesepakatan TikTok dan Isu Dagang di Korea Selatan

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (6mo ago) macro-economics (6mo ago)
20 Sep 2025
43 dibaca
2 menit
Trump dan Xi Capai Kemajuan Kesepakatan TikTok dan Isu Dagang di Korea Selatan

Rangkuman 15 Detik

Kesepakatan TikTok menjadi titik fokus dalam hubungan perdagangan AS dan Cina.
Cina dan AS berusaha untuk menurunkan ketegangan melalui dialog mengenai isu-isu penting.
Kebijakan tarif Trump berdampak signifikan terhadap ekonomi kedua negara.
Pada panggilan telepon panjang antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping, keduanya mencapai kemajuan dalam kesepakatan yang terkait dengan aplikasi populer TikTok. Pertemuan ini juga membahas berbagai isu besar seperti perdagangan, narkotika, dan perang Rusia-Ukraina, menunjukkan adanya niat baik untuk mengecilkan ketegangan yang terjadi di antara kedua negara. Meski belum ada kesepakatan resmi mengenai status kepemilikan dan pengendalian TikTok, Trump mengatakan bahwa Xi telah menyetujui kerangka dasar kesepakatan tersebut. Kesepakatan ini bertujuan agar TikTok tetap beroperasi di Amerika Serikat dengan kontrol yang ketat dari pihak AS, sebagai respons terhadap tekanan Kongres untuk menutup aplikasi jika ByteDance tidak menjual asetnya sebelum Januari 2025. Ketegangan dagang yang telah berlangsung lama turut menjadi perhatian dalam pembicaraan ini. Trump menyebut adanya pergerakan positif terkait masalah perdagangan dan tarif yang telah membuat hubungan ekonomi kedua negara sempat tertekan, ditambah dengan isu keamanan seperti kontrol bahan kimia terkait fentanyl yang memperparah hubungan diplomatik kedua negara. Selain rencana pembicaraan pada forum APEC di Korea Selatan, Trump juga mengumumkan niatnya untuk berkunjung ke Cina awal tahun depan dan mengundang Xi Jinping ke AS di masa mendatang. Meski demikian, beberapa isu sensitif seperti Taiwan tidak dibahas dalam panggilan ini, menandakan adanya keterbatasan dalam pembicaraan diplomatik saat ini. Para analis memperkirakan bahwa kesepakatan tentang TikTok dapat menjadi door opener untuk pembicaraan lebih lanjut dalam hubungan AS-Cina yang rumit. Namun, masalah teknis seputar pengendalian algoritma dan kepemilikan masih menjadi penghalang utama yang harus diselesaikan untuk mencapai kesepakatan yang benar-benar menguntungkan dan aman bagi kedua pihak.

Analisis Ahli

Craig Singleton
Kedua negara saling memanfaatkan situasi untuk mendapat keuntungan politik dan ekonomi, sementara China merasa di posisi yang nyaman karena Washington terburu-buru mencari kemenangan politik melalui kesepakatan TikTok.