Robot Raksasa China Angkat Beban 60 Ton Bawa Kita ke Matahari Buatan
Teknologi
Robotika
22 Sep 2025
76 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Robot baru ini memiliki kapasitas luar biasa untuk menangani beban berat dengan presisi tinggi.
Proyek ini menunjukkan kemajuan signifikan China menuju pengembangan energi fusi.
CRAFT berfungsi sebagai platform penting untuk penelitian dan pengembangan teknologi fusi.
China berhasil mengembangkan dan menguji sebuah robot raksasa yang memiliki lengan utama mampu mengangkat beban hingga 60 ton. Robot ini dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan di reaktor fusi nuklir, sebuah teknologi yang masih dalam tahap pengembangan untuk menghasilkan energi bersih seperti matahari buatan.
Robot tersebut memiliki tiga lengan, dimana lengan utama yang besar dapat mengangkat beban seberat sepuluh gajah Afrika dengan akurasi tinggi, yaitu posisi dan angkat vertikal tepat sampai dengan 4 mm. Dua lengan kecil lainnya juga sangat presisi dengan kemampuan kembali ke posisi yang tepat hingga ±0,01 mm.
Teknologi robotik ini jauh melampaui robot yang ada di industri nuklir saat ini. Misalnya, Jepang hanya mampu membuat robot yang dapat mengangkat beban hingga 2 ton dengan panjang lengan sekitar 7 meter, sedangkan robot China ini lebih besar dan lebih kuat.
Sistem robot ini merupakan bagian dari fasilitas riset teknologi fusi bernama CRAFT yang merupakan proyek besar milik pemerintah China. Proyek ini bertujuan mengembangkan teknologi inti untuk reaktor fusi yang akan menghasilkan energi bersih melimpah seperti matahari.
Dengan adanya robot ini, China semakin dekat untuk mewujudkan teknologi matahari buatan yang ramah lingkungan. Robot ini akan membantu melakukan perawatan dan penggantian komponen yang sangat berat dan berbahaya di dalam reaktor fusi dengan aman dan efisien.
Analisis Ahli
Dr. Zhang Wei (Fisika Energi Fusi - Akademi Ilmu Pengetahuan China)
Pengembangan robot seperti ini adalah kunci untuk mengurangi risiko kerja manusia di lingkungan reaktor. Precisinya yang luar biasa memungkinkan pemeliharaan dan perbaikan dilakukan dengan aman dan efisien.Prof. Hiroshi Tanaka (Teknik Robotik - Universitas Tokyo)
Kapasitas angkat 60 ton dengan presisi tinggi menunjukkan kemajuan teknologi robotik China yang signifikan, melampaui standar global saat ini di bidang robotik nuklir.

