Serangan Siber Guncang Bandara Besar Eropa, Penumpang Alami Penundaan
Teknologi
Keamanan Siber
21 Sep 2025
41 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Insiden siber menyebabkan penundaan besar di bandara Eropa.
Collins Aerospace bertanggung jawab atas teknologi yang terpengaruh.
Pelancong disarankan untuk datang lebih awal ke bandara untuk menghindari masalah.
Akhir pekan ini, sejumlah bandara besar Eropa seperti Heathrow di Inggris, Brussels di Belgia, dan Berlin di Jerman mengalami gangguan besar yang mengakibatkan keterlambatan dan pembatalan penerbangan. Masalah ini muncul setelah serangan siber yang menarget sistem check-in yang dibuat oleh Collins Aerospace, sebuah perusahaan teknologi penerbangan.
Insiden ini menyebabkan para maskapai penerbangan harus kembali menggunakan metode manual untuk melayani para penumpang dalam proses check-in. Karena gangguan ini, pihak bandara melaporkan lebih dari 130 penerbangan di Heathrow tertunda minimal 20 menit pada hari Minggu, ditambah 13 pembatalan penerbangan pada hari Sabtu.
Pihak Heathrow mengonfirmasi melalui media sosial bahwa mereka terus berupaya memulihkan sistem yang terdampak dan meminta maaf kepada para penumpang yang mengalami gangguan. Mereka juga memberitahukan bahwa sebagian besar penerbangan tetap berlangsung meski dengan keterlambatan yang tidak bisa dihindari.
Sebagai langkah antisipatif, bandara-bandara yang terdampak menyarankan agar para pelancong tiba dari jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan. Untuk penerbangan jarak jauh, pengunjung diminta datang minimal 3 jam lebih awal, sementara untuk penerbangan jarak pendek disarankan datang minimal 2 jam sebelum waktu boarding.
Kejadian ini menyoroti betapa pentingnya keamanan siber dalam sistem penerbangan modern yang semakin mengandalkan teknologi. Meskipun pemulihan sedang berlangsung, insiden ini membuka diskusi tentang perlunya peningkatan protokol keamanan agar gangguan serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
Analisis Ahli
Pakar Keamanan Siber Eropa
Serangan ini menegaskan pentingnya investasi berkelanjutan dalam teknologi keamanan siber di sektor penerbangan, karena kegagalan sistem inti seperti check-in dapat melumpuhkan operasional bandara besar dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar.Analis Industri Penerbangan
Ketergantungan tinggi pada teknologi otomatis membawa risiko baru, sehingga solusi backup manual memang penting tetapi tidak cukup sebagai langkah jangka panjang dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih.


