Serangan Ransomware Ganggu Bandara Eropa, Sistem Check-in Terganggu
Teknologi
Keamanan Siber
22 Sep 2025
258 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan ransomware menyebabkan gangguan besar di bandara Eropa.
Collins Aerospace adalah penyedia sistem check-in yang terkena dampak serangan.
ENISA mengonfirmasi adanya insiden keamanan siber yang mempengaruhi operasi bandara.
Ribuan penumpang di berbagai bandara besar di Eropa mengalami gangguan akibat serangan siber yang terjadi sejak akhir pekan. Serangan ini menargetkan sistem check-in dan pemrosesan penumpang. Badan keamanan siber Uni Eropa, ENISA, mengkonfirmasi bahwa gangguan ini disebabkan oleh serangan ransomware yang menyerang perusahaan Collins Aerospace.
Collins Aerospace menyediakan sistem pemrosesan penumpang bernama MUSE yang memungkinkan beberapa maskapai berbagi fasilitas check-in dan gate boarding di bandara. Sistem ini digunakan di bandara-bandara besar seperti Berlin, Brussels, dan London Heathrow yang mengalami gangguan operasional selama beberapa hari terakhir.
Akibat serangan ini, proses check-in menjadi lambat dan rumit, menyebabkan keterlambatan dan pembatalan sejumlah penerbangan. Banyak penumpang harus menghadapi antrian panjang dan kebingungan saat akan memasuki pesawat. Perusahaan bersama dengan bandara terkait berupaya mengembalikan layanan sesegera mungkin.
ENISA dan pihak Collins Aerospace masih belum merilis informasi detail tentang pelaku serangan maupun modus serangan ini secara lengkap. Identitas pelaku dan tujuan dari ransomware tersebut masih belum diketahui, sehingga penyelidikan lebih lanjut masih terus berjalan.
Insiden ini menjadi peringatan penting bahwa infrastruktur teknologi yang mengatur operasional bandara sangat rentan terhadap serangan siber. Diperlukan peningkatan pengamanan dan kolaborasi yang lebih erat antara perusahaan penyedia layanan dan otoritas keamanan untuk mencegah gangguan serupa di masa depan.
Analisis Ahli
Eva Galperin (Director of Cybersecurity at EFF)
Serangan seperti ini memperjelas perlunya investasi lebih besar dalam pertahanan siber di infrastruktur kritis, terutama yang berdampak langsung pada masyarakat luas seperti bandara.Bruce Schneier (Security Technologist)
Ketergantungan pada sistem terpadu yang dijalankan oleh vendor pihak ketiga membuka celah serangan yang bisa berakibat sangat besar, dan ini harus menjadi peringatan bagi semua sektor yang mengandalkan layanan pihak ketiga.

