Masa Depan Kehamilan: IVF dan Screening Genom untuk Anak Sehat
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
15 Sep 2025
168 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknologi penyaringan embrio dapat mengurangi risiko penyakit genetik secara signifikan.
Ada tantangan etis dalam memilih embrio berdasarkan risiko genetik.
Bioteknologi seperti yang ditawarkan Orchid dapat menjadi solusi biaya-efektif untuk meningkatkan kesehatan generasi mendatang.
Teknologi pemilihan embrio dengan analisis genom secara menyeluruh kini memungkinkan orang tua memilih embrio dengan risiko penyakit genetik yang sangat kecil. Noor Siddiqui, pendiri perusahaan biotek Orchid, menjelaskan bagaimana teknologi ini dapat mengurangi resiko penyakit monogenik dan poligenik pada anak.
Sekitar 4 persen populasi dunia memiliki penyakit yang disebabkan oleh mutasi gen tunggal, yang dapat sepenuhnya dihindari melalui screening embrio. Selain itu, risiko penyakit kronis yang dipengaruhi gen juga bisa dikurangi sebesar 30 hingga 80 persen dengan memilih embrio terbaik.
Biaya sequencing genom sudah turun drastis dibandingkan saat Proyek Genom Manusia berlangsung pertama kali. Hal ini menjadikan teknik screening embrio cukup terjangkau untuk skala tertentu dan George Church menilai ini memberi nilai balik investasi medis yang besar.
Meski banyak manfaat, teknologi ini menimbulkan kekhawatiran etis seperti potensi eugenika dan stigmatisasi terhadap penyakit tertentu. Selain itu, teknologi ini belum bisa diakses oleh semua orang karena harganya masih mahal dan tidak semua risiko penyakit ditangani dengan sempurna.
Diskusi juga muncul tentang bagaimana informasi hasil sequencing dikelola, termasuk opsi untuk tidak mengungkapkan hasil yang tidak ingin diketahui pasien. George Church menegaskan bahwa men-sequence DNA bayi baru lahir belum ideal karena bisa menimbulkan kecemasan tanpa solusi pengobatan untuk penyakit tertentu.
Analisis Ahli
George Church
Believes that embryo screening via whole-genome sequencing is among the most cost-effective medical technologies ever created and could solve large fractions of healthcare costs, psychological problems, and family issues.

