Kontroversi Nucleus Genomics: Tes Genetik Bayi Desainer Berbasis IQ dan Penampilan
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
07 Jun 2025
141 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Peluncuran produk baru Nucleus Embryo menimbulkan kontroversi terkait etika pemilihan atribut genetik pada anak.
Penggunaan skor poligenik untuk menentukan risiko kesehatan kompleks masih menjadi perdebatan di kalangan profesional medis.
Kian Sadeghi dan Nucleus Genomics terus menghadapi kritik meskipun mereka mengklaim telah mengembangkan metode valid untuk pengujian genetik.
Nucleus Genomics adalah sebuah startup genetik yang menawarkan tes untuk menentukan risiko penyakit dan atribut kompleks pada embrio IVF, termasuk IQ dan penampilan seperti warna mata dan tinggi badan. Produk terbaru mereka, Nucleus Embryo, menuai kontroversi karena menjanjikan kemampuan memilih embrio berdasarkan aspek-aspek yang sangat kompleks dan tidak pasti.
Teknologi ini menggunakan polygenic scores, yaitu metode statistik untuk menghitung risiko suatu kondisi berdasarkan banyak gen, namun metode ini belum diakui secara luas untuk prediksi akurat pada individu. Para ahli Genomik Nasional menyatakan bahwa polygenic scores hanya efektif untuk populasi, bukan individu, dan penggunaannya dalam konteks memilih embrio masih dipertanyakan secara ilmiah dan etis.
Nucleus Genomics mendapat kritik tajam dari berbagai pihak yang menilai klaimnya sebagai sains yang belum matang dan berbahaya karena dapat menimbulkan ketidakadilan sosial dan masalah etika terkait desain bayi. Namun, perusahaan ini bersama pendirinya, Kian Sadeghi, bersikukuh teknologi ini merupakan masa depan yang tak terhindarkan dan bagian dari evolusi teknologi IVF.
Meskipun saat ini Nucleus belum langsung bekerja dengan klinik IVF melainkan menjalin kemitraan dengan Genomic Prediction, produk ini sudah menarik perhatian publik luas, termasuk investor besar. Banyak yang khawatir bahwa klaim ini dapat menyesatkan orang tua dan memperburuk stigma terkait rekayasa genetika pada manusia.
Inti dari perdebatan ini adalah antara kemajuan teknologi dalam memahami genetika versus batasan ilmu pengetahuan dan etika sosial dalam penggunaan teknologi tersebut. Kasus Nucleus Genomics membuka diskusi penting tentang bagaimana kita harus mengatur dan mengawasi teknologi yang berpotensi mengubah masa depan manusia secara fundamental.



