TLDR
Masyarakat Amerika cenderung skeptis terhadap penggunaan AI dalam kehidupan pribadi. Responden lebih memilih AI untuk tugas analitis daripada untuk aspek kehidupan pribadi seperti cinta dan agama. Ada kekhawatiran yang signifikan tentang kemampuan untuk mengenali informasi yang dihasilkan oleh AI. Sebuah studi terbaru dari Pew Research Center menunjukkan bahwa separuh warga Amerika merasa lebih khawatir daripada bersemangat terhadap penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Angka ini naik signifikan dibandingkan 2021, menunjukkan bahwa kecemasan terhadap teknologi ini semakin meningkat seiring waktu.Mayoritas masyarakat khawatir AI akan menghambat kemampuan berpikir kreatif dan merusak hubungan sosial yang bermakna antar manusia. Hanya sedikit yang menerima peran AI di bidang kencan atau matchmaking, dan mayoritas ingin AI menjauh dari urusan kehidupan cinta dan kepercayaan agama mereka.Selain itu, penyebaran misinformasi sangat dikhawatirkan, dengan 18 persen responden menyebutnya sebagai masalah utama. Meski penting untuk mengenali karya yang dihasilkan AI, lebih dari setengah orang tidak percaya diri dalam membedakan karya manusia dan AI.Menariknya, generasi muda justru menunjukkan tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi dibandingkan lansia terkait dampak AI terhadap kemampuan manusia. Ini menjadi indikasi bahwa teknologi baru tidak selalu disikapi dengan optimisme oleh mereka yang paling dekat dengan perubahan teknologi.Secara keseluruhan, sebagian besar warga Amerika ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap bagaimana AI diterapkan dalam hidup mereka, tetapi sebagian besar juga merasa mereka saat ini memiliki sedikit atau bahkan tanpa kendali terhadap penggunaan teknologi tersebut.