Oracle Bangkit Kembali: Dari Database ke Raksasa Cloud AI dengan Kontrak Miliaran
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Sep 2025
142 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Oracle telah mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan berkat permintaan untuk komputasi AI.
Kerja sama dengan OpenAI dan Nvidia memberikan Oracle posisi yang lebih kuat dalam industri AI.
Potensi akuisisi TikTok dapat memberikan akses Oracle ke pasar pengguna yang luas dan peluang iklan.
Oracle didirikan pada akhir 1970-an oleh Larry Ellison bersama beberapa programmer lain dan mendapatkan awal yang kuat dengan kontrak CIA untuk mengembangkan program basis data bernama Oracle. Selama puluhan tahun, Oracle berfokus pada produk perangkat lunak inti dan database yang menjadi fondasi bisnis mereka.
Walaupun Oracle terlambat dalam masuk ke bisnis komputasi awan, mereka berhasil membalikkan keadaan sejak tahun 2022, berkat lonjakan permintaan untuk daya komputasi yang dibutuhkan aplikasi kecerdasan buatan (AI). Dalam beberapa bulan terakhir, saham Oracle telah naik lebih dari 80%, mengungguli perusahaan teknologi besar lain seperti Nvidia, Google, dan Microsoft.
Salah satu faktor terbesar untuk pertumbuhan Oracle adalah kemitraan strategis dengan OpenAI, yang membayar Oracle sekitar 300 miliar dolar AS selama lima tahun untuk ruang pusat data. Selain itu, Oracle sedang dekat dengan kesepakatan untuk mengambil alih operasi TikTok di Amerika Serikat, yang dapat menambah akses ke jutaan pengguna dan peluang pendapatan iklan.
Meskipun masih lebih kecil dibandingkan dengan raksasa cloud lain seperti Amazon Web Services dan Microsoft Azure, Oracle tetap memiliki keunggulan karena tidak mengembangkan model bahasa besar sendiri yang akan memakan kapasitas datacenter mereka. Mereka fokus menyediakan infrastruktur dan layanan cloud yang dapat disewa oleh perusahaan AI lain.
Oracle juga terus memperoleh pendapatan stabil dari bisnis inti database dan perangkat lunaknya, menyediakan modal besar untuk mengembangkan kapasitas pusat data yang intensif modal. Namun, masa depan pertumbuhan Oracle bergantung pada seberapa cepat dan luas pasar AI berkembang, serta kemampuan mereka menjaga kontrak jangka panjang dengan perusahaan teknologi besar.
Analisis Ahli
Daniel Morgan
Menggambarkan momen ini sebagai titik balik besar bagi Oracle yang memperoleh validasi atas strateginya, serupa dengan transformasi Nvidia.Luke Yang
Menyoroti pentingnya hubungan Oracle dengan Nvidia dan prospek bisnis cloud yang tumbuh pesat seiring gelombang AI.Brian White
Menyebut situasi ini sebagai 'shooting fish in a barrel' untuk Oracle, menekankan permintaan yang tinggi akan kapasitas pusat data di era AI.