China Selidiki Nvidia karena Dugaan Pelanggaran Antimonopoli Saat Persaingan Teknologi Memanas
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Sep 2025
56 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia menghadapi penyelidikan antimonopoli oleh SAMR di China.
Investigasi ini dipandang sebagai respons terhadap pembatasan yang diberlakukan oleh Washington.
Pelanggaran antimonopoli dapat dikenakan denda antara 1% hingga 10% dari penjualan tahunan.
China melalui Badan Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) menemukan dugaan pelanggaran aturan antimonopoli oleh Nvidia, perusahaan chip asal Amerika Serikat yang terkenal dengan produk chip AI dan gaming. Investigasi ini sudah mulai sejak Desember 2024 dan menjadi pusat perhatian karena keterkaitannya dengan rivalitas perdagangan antara AS dan China.
Penyelidikan ini juga menyoroti dugaan pelanggaran Nvidia terhadap komitmen saat mengakuisisi Mellanox Technologies pada 2020. Meski penjelasan rinci belum diumumkan, tindakan ini dipandang sebagai cara China untuk membalas pembatasan teknologi yang diberlakukan oleh pemerintahan Washington terhadap sektor chip di China.
China merupakan pasar penting bagi Nvidia dengan kontribusi pendapatan sebesar 17 miliar dolar AS atau sekitar 13% dari total pendapatan Nvidia pada tahun fiskal yang berakhir pada Januari 2025. Akibat pengumuman ini, saham Nvidia di pasar pra-pasar turun sebanyak 2%.
Kasus ini muncul bersamaan dengan perundingan perdagangan AS-China di Madrid, di mana isu akses chip AI canggih seperti produk Nvidia menjadi salah satu agenda utama. Beijing juga tengah mengawasi perusahaan teknologi domestik seperti Tencent dan ByteDance terkait pembelian chip Nvidia dan potensi risiko keamanan data.
Denda akibat pelanggaran antimonopoli di China bisa mencapai 1% hingga 10% dari penjualan tahunan sebuah perusahaan. Dengan demikian, Nvidia berpotensi menghadapi denda besar sekaligus tekanan regulasi yang bisa memengaruhi strategi dan operasi bisnisnya di pasar China dan global.
Analisis Ahli
Kenny Lee (Analis Pasar Teknologi Asia)
Tindakan SAMR terhadap Nvidia bisa jadi langkah taktis oleh China untuk mempertahankan dominasi dan keamanan teknologinya, sekaligus menekan perusahaan asing agar lebih mematuhi aturan bisnis lokal.Maria Chen (Ekonom dan Pengamat Hubungan AS-China)
Penyelidikan ini menunjukkan bahwa pertikaian perdagangan bukan hanya soal tarif, melainkan juga kontrol teknologi canggih yang menjadi kunci kekuatan ekonomi masa depan.
