China Balas Larangan Chip AS: Boikot Nvidia dan AMD di Pasar AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
13 Agt 2025
300 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Larangan ekspor chip AI dari AS memicu reaksi balasan dari China.
Nvidia dan AMD menghadapi risiko besar akibat boikot yang diterapkan oleh China.
Pasar AI di China memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Pada bulan April, Presiden AS Donald Trump menerapkan larangan ekspor chip AI ke China untuk mendorong akses lebih terbuka terhadap logam tanah jarang yang penting bagi industri teknologi. Namun, kebijakan tersebut akhirnya dicabut sebagai bagian dari negosiasi perdagangan antara kedua negara.
Setelah pencabutan larangan, perusahaan chip besar AS seperti Nvidia dan AMD menyatakan akan melanjutkan pengiriman chip ke China dengan memenuhi persyaratan lisensi ekspor yang ditetapkan pemerintah AS. Hal ini menjadi peluang bisnis besar mengingat pasar AI China yang sedang tumbuh pesat.
Meski demikian, pemerintah China mengambil langkah pembalasan dengan menyerukan kepada perusahaan lokal untuk menghindari dan memboikot penggunaan chip buatan Nvidia dan AMD. Selain itu, media sosial terkait pemerintah China menyebarkan informasi bahwa chip Nvidia dianggap tidak aman.
Aksi balas dendam ini mengancam keuntungan kedua perusahaan chip AS karena China merupakan pasar utama dengan potensi nilai industri AI yang bisa mencapai puluhan miliar dolar dalam beberapa tahun mendatang. CEO Nvidia Jensen Huang pun mengakui risiko besar dari ketegangan ini.
Situasi ini mencerminkan persaingan teknologi yang semakin ketat antara AS dan China, dan kemungkinan akan memaksa kedua negara untuk mempercepat pengembangan industri chip domestik masing-masing demi menjaga kedaulatan teknologi dan keamanan nasional.
Analisis Ahli
Jensen Huang
Melihat potensi pasar AI China mencapai US$50 miliar, kerugian akibat larangan bisa sangat besar dan berdampak serius bagi Nvidia jika mereka tersingkir dari pasar ini.
