Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Rilis Gambar Satelit AS, Balasan Atas Pengawasan di Luar Angkasa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (6mo ago) astronomy-and-space-exploration (6mo ago)
16 Sep 2025
88 dibaca
2 menit
China Rilis Gambar Satelit AS, Balasan Atas Pengawasan di Luar Angkasa

Rangkuman 15 Detik

Satelit Jilin-1 berhasil menangkap gambar satelit AS, menandakan kemajuan dalam kemampuan pengintaian China.
Peristiwa ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara AS dan China di ruang angkasa.
Gambar yang dihasilkan menunjukkan detail tinggi, menandakan era baru dalam pengamatan orbital.
China dan Amerika Serikat kini semakin gencar memantau aktivitas satelit lawan di luar angkasa sebagai bagian dari persaingan strategis. Baru-baru ini, sebuah konstelasi satelit China bernama Jilin-1 berhasil menangkap gambar satelit Amerika yang sedang memantau stasiun luar angkasa China. Menariknya, ini adalah pertama kalinya China merilis gambar dinamis seperti ini secara publik. Gambar yang diambil oleh Chang Guang Satellite Technology menggunakan satelit Jilin-1 tersebut menunjukkan satelit WorldView Legion milik AS pada jarak sekitar 40 sampai 50 kilometer. Tindakan ini dianggap oleh para analis sebagai balasan atau 'tit-for-tat' setelah perusahaan AS Maxar Intelligence sebelumnya berhasil mengambil gambar satelit terbaru China, Shijian-26, pada Juni lalu. Maxar Intelligence adalah perusahaan komersial Amerika yang mengoperasikan satelit resolusi tinggi. Pada Juli, mereka mempublikasikan gambar satelit China yang diambil dari jarak sangat dekat, memberikan detail yang tajam tentang struktur satelit Shijian-26. Hal ini menunjukkan kecanggihan teknologi penginderaan dan pengintaian ruang angkasa saat ini. Susanne Hake, manajer umum bisnis pemerintahan AS di Maxar Intelligence, mengatakan bahwa keberhasilan ini menandai era baru dalam pengamatan orbit dan menunjukkan bahwa China telah mengembangkan generasi satelit optik pengintaian yang sangat canggih. Karena itu, situasi di orbit bumi menjadi semakin kompetitif dan kompleks. Situasi ini bisa membentuk pola persaingan baru di luar angkasa yang bisa berdampak pada hubungan kedua negara beserta perkembangan teknologi militer. Kedua pihak kemungkinan akan terus meningkatkan kemampuan mereka dalam pengawasan satelit, menandai babak baru dalam perlombaan teknologi ruang angkasa.

Analisis Ahli

Susanne Hake
Kejelasan gambar Shijian-26 menandai era baru pengawasan orbit, memperlihatkan bahwa banyak negara kini serius mengembangkan teknologi pengintaian optik untuk militer dan intelijen.