Waspada Penipuan QR Palsu, Keamanan Transaksi Butuh Kerja Sama Semua Pihak
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
14 Sep 2025
227 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Modus penipuan dengan kode QR palsu semakin marak dan mengancam keamanan transaksi.
Keamanan QRIS memerlukan kerjasama antara regulator, pelaku industri, dan konsumen.
Pentingnya verifikasi identitas merchant sebelum melakukan transaksi untuk mencegah penipuan.
Penipuan keuangan kini berkembang dengan modus baru berupa penggunaan kode QR palsu yang menyerupai QR asli milik pedagang. Para korban biasanya tertipu karena tampilan QR tersebut sangat mirip dengan identitas pedagang dan rincian transaksi yang semestinya, sehingga mereka tidak curiga saat memindai kode tersebut di aplikasi pembayaran digital.
Bank Indonesia telah membangun sistem QRIS dengan standar keamanan nasional yang mengacu pada praktik global untuk melindungi pengguna transaksi digital. Meskipun demikian, keamanan transaksi digital bukan hanya tanggung jawab BI saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama antara regulator, pelaku industri, pedagang, dan pembeli.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa merchant wajib mengawasi QRIS yang digunakan dalam proses transaksi. Pedagang harus memantau setiap transaksi dan memastikan bahwa notifikasi pembayaran sudah diterima dengan benar agar tidak terjadi penipuan yang merugikan.
Pada sisi lain, konsumen atau pembeli juga harus cermat dan teliti ketika memindai kode QR. Mereka perlu memastikan bahwa nama dan identitas pada QR sesuai dengan merchant yang sebenarnya, jangan sampai terjadi perbedaan seperti QR untuk toko onderdil muncul dengan label yayasan yang bisa menipu.
BI bersama ASPI dan penyelenggara jasa pembayaran terus melakukan sosialisasi dan pengawasan untuk melindungi konsumen dan menekan angka penipuan yang menggunakan modus QR palsu. Semua pihak harus sadar bahwa keamanan QRIS adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga kepercayaan dan keamanan transaksi digital.
Analisis Ahli
Filianingsih Hendarta
Keamanan sistem QRIS bukan hanya tugas BI dan penyelenggara, tapi juga harus didukung secara aktif oleh merchant dan konsumen agar transaksi tetap aman dan terhindar dari penipuan.
