AI Hadirkan Suara Orang Meninggal, Bantu Proses Berduka dengan Risiko Etis
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Sep 2025
87 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kecerdasan Buatan dapat digunakan untuk menciptakan kembali suara orang yang telah meninggal, memberikan koneksi emosional bagi yang ditinggalkan.
Teknologi kesedihan berkembang pesat, dengan banyak perusahaan berinovasi dalam menciptakan avatar digital untuk membantu proses berduka.
Kekhawatiran etika dan emosional terkait dengan penggunaan teknologi ini harus dipertimbangkan, termasuk masalah persetujuan dan privasi data.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang dan kini bisa menyajikan kembali suara orang yang telah meninggal. Diego Felix Dos Santos adalah seorang pria yang mengunggah pesan suara ayahnya yang meninggal, lalu membuat pesan baru menggunakan platform AI Eleven Labs. Ia merasa melalui teknologi ini, seolah-olah ayahnya ada kembali dan bisa diajak berbicara.
Beberapa perusahaan startup di Amerika Serikat seperti StoryFile dan HereAfter AI mengembangkan teknologi yang memungkinkan orang membuat avatar digital dari orang tercinta yang sudah meninggal. Produk ini dimaksudkan untuk membantu orang mengatasi rasa kehilangan dan menjaga kenangan agar tidak hilang seiring waktu.
Meski teknologi ini menawarkan kenyamanan, ada kekhawatiran dari sisi etika dan perlindungan data. Beberapa ahli menekankan bahwa persetujuan dari orang yang direplikasi harus dipastikan dan privasi harus dijaga agar tidak ada penyalahgunaan data di masa depan.
Selain itu, dampak emosional bagi pengguna juga menjadi perhatian. Teknologi ini dianggap tidak dapat menggantikan proses berduka yang alami dan personal, tetap diperlukan usaha manusia untuk menerima kehilangan secara emosional tanpa hanya bergantung pada AI.
Seiring teknologi ini terus berkembang, para pakar menyerukan pentingnya regulasi dan protokol keselamatan. Penggunaan AI untuk membuat kembaran digital harus dilakukan dengan hati-hati dan etis, serta dibatasi demi menjaga kesejahteraan psikologis manusia dan hak privasi data.
Analisis Ahli
Katarzyna Nowaczyk-Basińska
Mengingat insentif komersial yang tinggi, transparansi dan perlindungan data menjadi sangat penting agar privasi orang yang sudah meninggal tetap terjaga dalam jangka panjang.Cody Delistraty
Duka tidak bisa dipercepat atau dilewati melalui avatar digital; setiap orang harus menjalani proses berkabung secara alamiah tanpa beban teknologi AI.

