Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Geoffrey Hinton Peringatkan AI Bisa Picu Pengangguran Massal dan Ketimpangan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
11 Sep 2025
51 dibaca
1 menit
Geoffrey Hinton Peringatkan AI Bisa Picu Pengangguran Massal dan Ketimpangan

Rangkuman 15 Detik

Perkembangan AI dapat menyebabkan pengangguran besar-besaran dan memperlebar jurang ketimpangan sosial.
Sistem kapitalisme berkontribusi pada konsentrasi keuntungan di tangan segelintir orang, bukan pada kesalahan teknologi AI itu sendiri.
Potensi munculnya superintelligence dalam waktu dekat dapat memiliki konsekuensi besar bagi umat manusia.
Geoffrey Hinton, ilmuwan yang dikenal sebagai Bapak AI, memberikan peringatan tentang dampak negatif kecerdasan buatan terhadap masa depan pekerjaan. Ia mengatakan bahwa AI dapat digunakan oleh kelompok kaya untuk menggantikan pekerja manusia, yang berpotensi menyebabkan pengangguran besar-besaran. Menurut Hinton, masalah utama bukan pada teknologi AI itu sendiri, tetapi bagaimana sistem kapitalisme memungkinkan konsentrasi keuntungan di tangan segelintir orang. Hal ini akan semakin memperlebar jurang ketimpangan antara kaya dan miskin. Meskipun ada upaya seperti penerapan universal basic income (UBI) yang didorong oleh tokoh-tokoh teknologi, Hinton menilai solusi tersebut tidak cukup untuk menjaga martabat dan tujuan hidup manusia jika mereka kehilangan pekerjaan. Selain ancaman pengangguran, Hinton juga menyoroti kemungkinan munculnya AI superintelligence yang kemampuan kecerdasannya melebihi otak manusia. Ia memperkirakan hal ini bisa terjadi dalam waktu 5 hingga 20 tahun ke depan. Meskipun gambaran masa depan tersebut nampak suram, Geoffrey Hinton mengaku telah siap menghadapi kenyataan tersebut. Ia mengimbau masyarakat dan pemimpin dunia untuk tidak menyepelekan potensi risiko dari kemajuan AI.

Analisis Ahli

Yoshua Bengio
Sebagai salah satu pionir AI, saya setuju bahwa AI membawa potensi revolusioner sekaligus risiko besar pada pekerjaan dan keadilan sosial jika tidak dikelola dengan bijak.
Andrew Ng
AI harus dilihat sebagai alat yang memberdayakan manusia, tapi memang kita perlu strategi kebijakan yang kuat agar manfaatnya merata dan tidak menimbulkan masalah pengangguran massal.