Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Korea Kembangkan Teknologi Penyimpanan Energi Udara Cair Pertama di Negeri

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (7mo ago) climate-and-environment (7mo ago)
13 Sep 2025
221 dibaca
2 menit
Korea Kembangkan Teknologi Penyimpanan Energi Udara Cair Pertama di Negeri

Rangkuman 15 Detik

Inovasi Penyimpanan Energi Udara Cair bisa menjadi solusi fleksibel untuk penyimpanan energi terbarukan.
Korea telah mencapai kemajuan signifikan dalam teknologi penyimpanan energi bersih dengan sistem yang sepenuhnya dikembangkan secara domestik.
Sistem ini dapat memberikan manfaat tambahan seperti pendinginan industri dan efisiensi penggunaan panas limbah.
Para peneliti di Korea Institute of Machinery and Materials (KIMM) berhasil menciptakan sistem penyimpanan energi udara cair pertama di Korea. Sistem ini menggunakan kelebihan listrik untuk mendinginkan udara hingga menjadi cair dan menyimpannya dalam tangki khusus. Saat permintaan energi meningkat, udara cair tersebut dipanaskan sehingga mengembang dan menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik kembali. Teknologi ini memungkinkan penyimpanan energi bersih dengan kapasitas besar tanpa bergantung pada lokasi geografis tertentu. Berbeda dengan metode penyimpanan lain seperti pompa hidro atau udara terkompresi yang membutuhkan pegunungan atau gua bawah tanah, udara cair bisa disimpan hampir di mana saja. Ini membuatnya cocok untuk kota dan kawasan industri yang ingin memanfaatkan energi terbarukan secara optimal. KIMM berhasil memproduksi hingga 10 ton udara cair per hari melalui inovasi perangkat buatan sendiri, termasuk turbo expander yang berputar sangat cepat dan cold box dengan lapisan isolasi dan vakum tinggi. Kesuksesan ini menandai langkah penting bagi Korea untuk memiliki teknologi penyimpanan energi yang mandiri dan dapat digunakan secara komersial di masa depan. Selain keuntungan dalam penyimpanan energi, proses pendinginan udara cair juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan industri seperti pendinginan, dan panas limbah dari pabrik dapat digunakan kembali untuk meningkatkan efisiensi. Hal ini memperlihatkan potensi teknologi ini sebagai solusi multifungsi dan ramah lingkungan dalam ekosistem energi modern. Walau teknologi ini masih dalam tahap awal dan kapasitasnya masih kecil dibandingkan kebutuhan nasional Korea, keberhasilan KIMM membuka peluang baru dalam perlombaan global untuk mengembangkan solusi penyimpanan energi jangka panjang dan andal. Di masa depan, teknologi ini dapat membantu memperkuat jaringan energi terbarukan di seluruh dunia.

Analisis Ahli

Dr. Youngmin Kim (Ahli Energi Terbarukan dari KAIST)
Pengembangan LAES oleh KIMM membuka peluang baru dalam penyimpanan energi jangka panjang yang selama ini kurang diperhatikan, terutama karena fleksibilitas lokasinya yang sangat menguntungkan.