Sistem Surya Baru Hasilkan Hidrogen Hijau dari Kelembapan Udara di Daerah Kering
Sains
Iklim dan Lingkungan
20 Sep 2025
149 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sistem baru ini memungkinkan produksi hidrogen hijau di daerah kekurangan air.
Teknologi menggabungkan pengambilan air atmosfer dan elektrolisis untuk efisiensi tinggi.
Sistem ini beroperasi sepenuhnya dengan energi surya dan tidak menghasilkan emisi karbon.
Para peneliti di China berhasil menciptakan sistem baru yang dapat memproduksi hidrogen hijau menggunakan kelembapan udara sebagai sumber air. Sistem ini menggunakan tenaga surya sehingga tidak memerlukan pasokan air atau listrik dari sumber eksternal, membuatnya sangat cocok untuk wilayah dengan keterbatasan air.
Teknologi ini menggabungkan dua metode utama: pengambilan air dari udara menggunakan material karbon berpori khusus, dan proses elektrolisis membran pertukaran proton (PEMWE) untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen. Material karbon berpori ini didesain untuk menyerap air secara efisien dan kemudian menguapkannya dengan bantuan panas surya.
Sistem tersebut mampu beroperasi bahkan di tingkat kelembapan yang sangat rendah, yaitu sampai 20%. Saat kelembapan mencapai 40%, sistem ini dapat menghasilkan hampir 300 mililiter hidrogen per jam. Selain itu, sistem juga menunjukkan kestabilan tinggi dalam pengoperasian berkelanjutan tanpa mengalami penurunan kinerja.
Uji lapangan membuktikan bahwa sistem dapat terus menghasilkan hidrogen hijau hanya dengan memanfaatkan sinar matahari dan kelembapan udara, tanpa emisi karbon. Inovasi ini sangat penting karena membuka kemungkinan produksi hidrogen di daerah-daerah yang sulit memperoleh air bersih, seperti daerah kering atau terpencil.
Dukungan dari lembaga riset dan pendanaan nasional di China menjadi fondasi pengembangan teknologi ini. Para peneliti berharap teknologi ini dapat menjadi inspirasi untuk memperluas produksi hidrogen ramah lingkungan secara global, sekaligus mengurangi ketergantungan pada air dan listrik konvensional.
Analisis Ahli
Dr. Wang Li (Pakarnya Energi Terbarukan)
Pendekatan ini adalah lompatan besar dalam produksi hidrogen berkelanjutan yang mengintegrasikan dua teknologi utama secara efektif. Namun, skala komersial dan ketahanan material dalam kondisi lingkungan yang berbeda akan menjadi tantangan berikutnya yang perlu ditangani.Prof. Susan Lee (Ahli Kimia Material)
Penggunaan karbon berpori yang dimodifikasi memiliki potensi tinggi untuk meningkatkan efisiensi penyerapan air, tetapi pengoptimalan proses penguapan air juga sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi hidrogen jangka panjang.

