AI summary
Anduril dan Australia menunjukkan kemampuan untuk mempercepat pengembangan teknologi pertahanan. Proyek Ghost Shark menjadi contoh model pengadaan pertahanan yang inovatif. Kepentingan strategis Australia untuk menghadapi ancaman dari China mendorong peningkatan kemampuan pertahanan. Australia, mengantisipasi tekanan dan ancaman dari China yang semakin meningkat di kawasan Indo-Pasifik, bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Anduril untuk mengembangkan drone bawah laut berukuran sangat besar bernama Ghost Shark. Proyek ini berhasil bergerak cepat dari konsep hingga kontrak dalam waktu tiga tahun, berbeda dengan program serupa di Amerika Serikat yang terhambat dan tertunda selama bertahun-tahun.Kontrak senilai AUS$1,7 miliar atau sekitar US$1,1 miliar untuk pengoperasian lima tahun ditandatangani, yang mencakup pengiriman, perawatan, dan pengembangan berkelanjutan dari drone ini. Ghost Shark dirancang untuk misi pengawasan jarak jauh yang stealthy dan juga mampu melakukan operasi serangan, menjadikannya aset strategis bagi pertahanan Australia.Pengembangan Ghost Shark didanai bersama oleh pemerintah Australia dan Anduril, masing-masing menggelontorkan US$50 juta. Prototipe pertama berhasil dikirimkan pada April 2024, satu tahun lebih awal dari jadwal, dan produksi sudah dimulai. Anduril juga menyiapkan fasilitas produksi di Amerika Serikat sebagai langkah persiapan jika ada kontrak dari pemerintah AS.Keunggulan proyek ini dibandingkan program Amerika Serikat, seperti drone bawah laut Boeing Orca, sangat mencolok. Dengan biaya yang lebih rendah, waktu pengerjaan yang lebih singkat, dan fleksibilitas misi lebih baik, Ghost Shark menjadi bukti bahwa akuisisi pertahanan bisa jauh lebih efisien dengan keberanian inovasi dan kemauan politik yang jelas.Dengan situasi geopolitik yang terus memanas di kawasan Indo-Pasifik, kesuksesan Australia dalam memperoleh teknologi drone bawah laut canggih ini kemungkinan akan mendorong negara lain di kawasan untuk lebih cepat mengadopsi teknologi serupa demi meningkatkan pertahanan mereka, sekaligus memacu persaingan teknologi militer secara global.
Anduril dan Australia telah memperlihatkan bagaimana inovasi yang gesit dan niat politik yang kuat dapat mengalahkan birokrasi besar yang kerap menghambat perkembangan teknologi militer di negara besar seperti AS. Model ini harus menjadi contoh bagi negara lain yang ingin memperkuat pertahanan mereka secara cepat dan efektif tanpa harus bergantung pada program jangka panjang dan mahal yang seringkali lambat berbuah hasil.