Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Australia dan Anduril Ciptakan Drone Bawah Laut Canggih Lebih Cepat dari AS

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
TechCrunch TechCrunch
11 Sep 2025
257 dibaca
2 menit
Australia dan Anduril Ciptakan Drone Bawah Laut Canggih Lebih Cepat dari AS

Rangkuman 15 Detik

Anduril dan Australia menunjukkan kemampuan untuk mempercepat pengembangan teknologi pertahanan.
Proyek Ghost Shark menjadi contoh model pengadaan pertahanan yang inovatif.
Kepentingan strategis Australia untuk menghadapi ancaman dari China mendorong peningkatan kemampuan pertahanan.
Australia, mengantisipasi tekanan dan ancaman dari China yang semakin meningkat di kawasan Indo-Pasifik, bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Anduril untuk mengembangkan drone bawah laut berukuran sangat besar bernama Ghost Shark. Proyek ini berhasil bergerak cepat dari konsep hingga kontrak dalam waktu tiga tahun, berbeda dengan program serupa di Amerika Serikat yang terhambat dan tertunda selama bertahun-tahun. Kontrak senilai ARp 28.39 triliun (US$1,7 miliar) atau sekitar Rp 18.37 triliun (US$1,1 miliar) untuk pengoperasian lima tahun ditandatangani, yang mencakup pengiriman, perawatan, dan pengembangan berkelanjutan dari drone ini. Ghost Shark dirancang untuk misi pengawasan jarak jauh yang stealthy dan juga mampu melakukan operasi serangan, menjadikannya aset strategis bagi pertahanan Australia. Pengembangan Ghost Shark didanai bersama oleh pemerintah Australia dan Anduril, masing-masing menggelontorkan Rp 835.00 miliar (US$50 juta) . Prototipe pertama berhasil dikirimkan pada April 2024, satu tahun lebih awal dari jadwal, dan produksi sudah dimulai. Anduril juga menyiapkan fasilitas produksi di Amerika Serikat sebagai langkah persiapan jika ada kontrak dari pemerintah AS. Keunggulan proyek ini dibandingkan program Amerika Serikat, seperti drone bawah laut Boeing Orca, sangat mencolok. Dengan biaya yang lebih rendah, waktu pengerjaan yang lebih singkat, dan fleksibilitas misi lebih baik, Ghost Shark menjadi bukti bahwa akuisisi pertahanan bisa jauh lebih efisien dengan keberanian inovasi dan kemauan politik yang jelas. Dengan situasi geopolitik yang terus memanas di kawasan Indo-Pasifik, kesuksesan Australia dalam memperoleh teknologi drone bawah laut canggih ini kemungkinan akan mendorong negara lain di kawasan untuk lebih cepat mengadopsi teknologi serupa demi meningkatkan pertahanan mereka, sekaligus memacu persaingan teknologi militer secara global.

Analisis Ahli

Chris Brose
Model akuisisi cepat dan kerja sama publik-swasta seperti ini adalah masa depan pengembangan pertahanan yang lebih responsif dan terjangkau.
Shane Arnott
Kemampuan untuk memodularisasi payload memungkinkan fleksibilitas misi yang tinggi sehingga negara pengguna dapat menyesuaikan drone sesuai kebutuhan strategis mereka.