Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Klarna Raih Kesuksesan IPO dengan Naik 30% di Bursa New York

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (6mo ago) banking-and-financial-services (6mo ago)
11 Sep 2025
215 dibaca
2 menit
Klarna Raih Kesuksesan IPO dengan Naik 30% di Bursa New York

Rangkuman 15 Detik

Klarna mengalami debut pasar yang sukses dengan peningkatan nilai saham.
Permintaan untuk saham Klarna menunjukkan pemulihan pasar modal setelah periode rendah.
Klarna tetap menghadapi tantangan kritik terhadap layanan buy now, pay later.
Klarna, perusahaan fintech asal Swedia yang menawarkan layanan bayar nanti, melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Saham New York dengan harga pembukaan Rp 868.40 ribu ($52) per saham. Harga ini naik 30% dari harga IPO awal sebesar Rp 668.00 ribu ($40) , menunjukkan minat tinggi investor terhadap perusahaan ini. IPO Klarna berhasil menghimpun dana sebesar Rp 22.88 triliun ($1,37 miliar) , lebih tinggi dari perkiraan harga sebelumnya yaitu Rp 584.50 ribu ($35) -Rp 617.90 ribu ($37) per saham. Setelah sesi perdagangan awal, nilai pasar Klarna mencapai sekitar Rp 292.25 triliun ($17,5 miliar) . Meskipun nilai pasar Klarna saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan valuasi Rp 761.52 triliun ($45,6 miliar) pada 2021 akibat investasi SoftBank, angka ini telah meningkat dua kali lipat dari valuasi Rp 111.89 triliun ($6,7 miliar) pada tahun 2022 di tengah kondisi pasar yang menantang. Klarna merupakan pemain besar di layanan kredit jangka pendek bagi konsumen dengan lebih dari 111 juta pengguna dan bekerjasama dengan 790.000 pedagang. Meskipun ada kritik terkait risiko kredit, Klarna melaporkan 99% pinjaman yang diberikan pada 2024 telah dibayar tepat waktu. IPO Klarna menjadi salah satu momen penting di tengah kebangkitan pasar modal teknologi New York di 2025, seiring sejumlah perusahaan fintech dan teknologi lain seperti Figma, Circle Internet Group, dan Bullish juga melakukan penawaran saham.

Analisis Ahli

Jake Conley
Klarna menunjukan kuatnya permintaan pasar dengan performa IPO yang melebihi ekspektasi, berpotensi menjadi pemain utama secara global di sektor fintech.