Klarna Melonjak di Debut Bursa New York Tandai Kebangkitan IPO Fintech
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
11 Sep 2025
283 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Klarna berhasil meluncurkan IPO yang sukses dengan valuasi $15 miliar.
Perusahaan ini berusaha untuk memperluas layanannya menjadi bank digital.
Gelombang IPO baru di pasar dapat menarik lebih banyak perusahaan fintech untuk go public.
Klarna, perusahaan asal Swedia yang dikenal dengan layanan beli sekarang, bayar kemudian (BNPL), akhirnya melakukan penawaran umum perdana di Bursa Saham New York. Saham perusahaan ini melonjak 30% pada hari pertama perdagangan, dibuka pada harga 52 dolar, lebih tinggi dari harga penawaran awal 40 dolar. Hal ini memungkinkan Klarna mengumpulkan dana hingga 1,38 miliar dolar dengan valuasi mencapai 15 miliar dolar.
Perusahaan yang didirikan pada tahun 2005 ini telah berkembang pesat di Amerika Serikat sejak peluncurannya di sana pada 2019. Klarna bahkan menjadi penyedia layanan BNPL tunggal untuk Walmart di AS, memperkuat posisi mereka sebagai pemain besar di pasar finansial konsumen Amerika. IPO Klarna sempat tertunda karena ketidakpastian terkait tarif dan kondisi pasar global yang tidak stabil.
Selain menjadi momen untuk mengumpulkan dana, IPO ini juga menjadi ujian bagi Klarna untuk membuktikan kepada investor bahwa mereka dapat berkembang menjadi bank digital yang sesungguhnya. Klarna sendiri melihat proses ini sebagai kesempatan untuk melibatkan lebih dari 111 juta konsumen mereka dalam perjalanan bisnis ini.
Gelombang perusahaan fintech lainnya juga diprediksi akan mengikuti jejak Klarna dengan rencana IPO mereka di Bursa New York, seperti Figure Technology dan Gemini. Pasar IPO yang mulai menggeliat di musim gugur ini menjadi tanda bahwa investor mulai kembali percaya dengan potensi pertumbuhan sektor teknologi finansial.
Namun, ada pula kekhawatiran dari para ahli bahwa kesuksesan Klarna dapat memicu terlalu banyak perusahaan fintech yang melakukan IPO tanpa persiapan matang, yang bisa berdampak negatif pada pasar. Para investor pun harus tetap memperhatikan risiko-risiko yang ada, termasuk politik global dan volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.
Analisis Ahli
Samuel Kerr
Valuasi Klarna di atas ekspektasi menunjukkan penilaian konservatif dari issuer yang berhasil menarik minat investor secara kuat.Russ Mould
Keberhasilan IPO Klarna bisa menjadi katalis bagi perusahaan fintech lain untuk masuk pasar publik, namun ada risiko kelebihan penawaran jika terlalu banyak perusahaan yang ikut serta tanpa kesiapan matang.