Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Klarna Resmi IPO di NYSE: Tandai Pemulihan Pasar Fintech Global

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (6mo ago) investment-and-capital-markets (6mo ago)
10 Sep 2025
27 dibaca
2 menit
Klarna Resmi IPO di NYSE: Tandai Pemulihan Pasar Fintech Global

Rangkuman 15 Detik

Klarna berhasil melakukan IPO dengan harga yang lebih tinggi dari perkiraan awal, menunjukkan permintaan yang kuat.
Meskipun valuasinya lebih rendah dibandingkan dengan investasi besar dari SoftBank pada tahun 2021, Klarna tetap memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.
Klarna dan perusahaan sejenis menghadapi kritik terkait potensi overspending oleh konsumen, namun kinerja pinjaman mereka menunjukkan hasil yang positif.
Klarna, perusahaan asal Swedia yang terkenal dengan layanan beli sekarang bayar kemudian (BNPL), telah resmi memulai perdagangan sahamnya di Bursa Efek New York pada hari Rabu. Harga saham di IPO ini ditetapkan di angka Rp 668.00 ribu ($40) per lembar, naik dibandingkan prediksi awal di Rp 584.50 ribu ($35) hingga Rp 617.90 ribu ($37) . Ini menunjukkan permintaan yang kuat dari investor terhadap saham Klarna. Penetapan harga IPO ini menilai perusahaan sekitar Rp 252.17 triliun ($15,1 miliar) berdasarkan jumlah saham yang beredar. Meskipun angka ini lebih kecil dari valuasi Rp 761.52 triliun ($45,6 miliar) yang didapat Klarna pada saat investasi besar oleh SoftBank pada tahun 2021, namun nilainya tetap lebih dari dua kali lipat dibandingkan valuasi Klarna di masa sulit tahun 2022. IPO Klarna menjadi momen penting yang memicu pekan sibuk dengan berbagai perusahaan teknologi dan fintech lainnya yang juga dijadwalkan melantai di Bursa New York. Beberapa perusahaan tersebut termasuk Gemini Space Station, Figure Technologies, dan Legence Corp yang didukung oleh Blackstone. Perusahaan Klarna dikenal dengan model bisnis BNPL yang memberikan kredit jangka pendek kepada konsumen agar mereka bisa membayar pembelian secara cicilan. Klarna memiliki basis pengguna yang besar, mencapai 93 juta orang dan berpartner dengan lebih dari 675.000 penjual. Meski ada kritik terhadap risiko overspending dan kredit macet, data menunjukkan bahwa 99% pinjaman pelanggan dilunasi tepat waktu. Kesuksesan IPO Klarna menandai kebangkitan kembali pasar modal setelah penurunan sepanjang musim semi, dengan lebih banyak perusahaan mulai melakukan penawaran umum saham. Investor menunjukkan minat besar pada sektor fintech dan teknologi yang dianggap berpotensi besar di masa depan.

Analisis Ahli

Mary Meeker
Sebagai ahli teknologi dan pasar modal, saya melihat IPO Klarna sebagai bukti bahwa fintech dengan produk inovatif masih sangat menarik bagi investor, tapi mereka harus waspada terhadap risiko regulasi dan kredit yang bisa memperlambat pertumbuhan.
Gary Gensler
Dari perspektif regulasi, penting bagi perusahaan BNPL untuk transparan dan memastikan konsumen terlindungi agar pasar keuangan tetap sehat dan risiko kredit terkelola dengan baik.