Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Siber dan Pembatasan Internet di Tengah Ketegangan Iran-Israel dan Ancaman Global

Teknologi
Keamanan Siber
Wired Wired
21 Jun 2025
94 dibaca
2 menit
Serangan Siber dan Pembatasan Internet di Tengah Ketegangan Iran-Israel dan Ancaman Global

Rangkuman 15 Detik

Iran mengurangi akses internet untuk mencegah warganya mendapatkan informasi luar.
Serangan siber oleh Predatory Sparrow menunjukkan ketegangan antara Israel dan Iran.
Pelanggaran data oleh 23andMe menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi.
Ketegangan antara Israel dan Iran semakin memanas dengan serangan udara dan balasan siber yang dilakukan oleh kelompok terkait Israel bernama Predatory Sparrow. Iran merespons dengan membatasi koneksi internet untuk warga negaranya, membatasi akses ke informasi penting dan mendorong penggunaan aplikasi domestik yang belum tentu aman. Kelompok Predatory Sparrow berhasil menyerang sistem keuangan Iran dengan menghancurkan cryptocurrency senilai lebih dari 90 juta dolar yang disimpan di platform Nobitex. Ini merupakan bagian dari perang siber yang terjadi di tengah ketegangan antara kedua negara. Ancaman keamanan data juga dirasakan di Amerika Serikat setelah penembakan di Minnesota yang melibatkan pelaku yang menggunakan data pribadi dari situs broker data untuk menemukan alamat korban. Ini menjadi peringatan akan bahaya kebocoran dan akses data pribadi yang mudah bagi pelaku kejahatan. Selain itu, Israel melaporkan bahwa Iran mencoba meretas kamera keamanan milik warga Israel untuk tujuan mata-mata, sehingga pemerintah dan ahli siber menyarankan agar warga mengamankan perangkat tersebut dengan password kuat atau mematikannya untuk mencegah penyusupan. Di front global lain, Ukraina melancarkan serangan siber pada penyedia layanan internet Rusia yang menyebabkan pemadaman besar, sementara perusahaan telekomunikasi di AS seperti Viasat menjadi korban peretasan kelompok China Salt Typhoon. Di Inggris, 23andMe dikenai denda besar akibat pelanggaran data yang menguak kelemahan dalam sistem keamanan mereka.

Analisis Ahli

Refael Franco
Kamera pengawas yang tidak aman sangat rentan dieksploitasi, dan warga Israel harus segera meningkatkan keamanan perangkat mereka untuk mencegah spionase yang semakin canggih.
FBI
Data broker yang menyediakan akses bebas terhadap informasi pribadi dapat memicu kekerasan dan kejahatan, menandakan perlunya regulasi lebih ketat dan kesadaran publik.
Information Commissioner’s Office (ICO)
Kebijakan keamanan seperti dua faktor autentikasi wajib sangat penting untuk mencegah pencurian data yang signifikan, seperti yang terjadi pada 23andMe.