Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS dan Norwegia Uji Senjata Presisi Quicksink dengan B-2 dan F-35 di Laut Norwegia

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
InterestingEngineering InterestingEngineering
11 Sep 2025
139 dibaca
2 menit
AS dan Norwegia Uji Senjata Presisi Quicksink dengan B-2 dan F-35 di Laut Norwegia

Rangkuman 15 Detik

Ujicoba menunjukkan kolaborasi yang kuat antara Angkatan Udara AS dan sekutunya dalam menghadapi tantangan maritim.
Pengembangan senjata Quicksink dapat mengubah taktik serangan maritim dengan memungkinkan pesawat untuk menyerang kapal dari jarak jauh.
Integrasi teknologi baru dalam operasi militer sangat penting untuk menjaga keunggulan strategis di lautan.
Pada tanggal 3 September, Angkatan Udara Amerika Serikat bersama Angkatan Udara Norwegia menggelar latihan bersama di Laut Norwegia untuk menguji kemampuan senjata presisi baru bernama Quicksink. Senjata ini dirancang khusus untuk menarget kapal permukaan dengan sangat akurat dan efektif, serta dapat diluncurkan dari pesawat-pesawat canggih seperti B-2 Spirit dan F-35. Latihan ini menekankan pada kemampuan B-2, bomber siluman, yang memanfaatkan jangkauan jauh dan teknologi stealth-nya untuk mengatasi pertahanan musuh yang kuat. Quicksink, yang merupakan bom dengan tambahan sistem panduan canggih, berfungsi seperti torpedo dari udara sehingga dapat merusak kapal lawan dengan sekali serangan. Kerjasama dengan Norwegia sangat penting karena memberikan akses ke fasilitas dan daerah yang strategis, yang sangat menantang secara operasional. Hal ini juga penting untuk simulasi misi nyata dengan kondisi di jalur laut utara mendekati wilayah NATO, sehingga meningkatkan kesiapan dan integrasi antar negara sekutu. Tes ini juga menampilkan berbagai varian Quicksink, termasuk varian kecil yang dapat dibawa oleh jet tempur seperti F-35, memberi opsi serangan ganda dari berbagai platform. Ini meningkatkan kapasitas Angkatan Udara menghasilkan serangan efektif yang tersebar dan sulit diprediksi musuh. Selain Quicksink, Angkatan Udara AS tengah mengembangkan kemampuan integrasi misil anti-kapal jarak jauh pada pesawat tempurnya sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi perluasan kekuatan laut China di kawasan Indo-Pasifik. Terobosan ini mempertegas peran baru Angkatan Udara dalam pertahanan dan dominasi maritim di masa depan.

Analisis Ahli

Colin Clark (Defense Journalist)
Pengujian ini menunjukkan bahwa Angkatan Udara AS serius dalam memodernisasi peran B-2 dari pengebom nuklir menjadi platform multi-misi dengan fokus pada perang maritim, yang bisa mengubah dinamika kekuatan di lautan.
Mark Gunzinger (Defense Analyst)
Integrasi Quicksink adalah jawaban atas tantangan menghancurkan kapal musuh dengan cepat dan efektif tanpa mengandalkan aset laut tradisional, memberikan fleksibilitas taktis yang besar.