Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Tersembunyi Masker Sekali Pakai: Mikroplastik Dan Polutan Lingkungan

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
09 Sep 2025
1153 dibaca
1 menit
Bahaya Tersembunyi Masker Sekali Pakai: Mikroplastik Dan Polutan Lingkungan

TLDR

Masker sekali pakai berkontribusi pada masalah pencemaran mikroplastik dan bahan kimia berbahaya.
Penelitian menunjukkan bahwa bahkan masker yang belum digunakan dapat melepaskan polutan.
Pengembangan alternatif yang berkelanjutan dan kesadaran publik sangat penting untuk mengatasi limbah masker.
Selama pandemi COVID-19, penggunaan masker sekali pakai meningkat secara masif untuk melindungi kesehatan masyarakat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahkan masker yang belum dipakai sudah dapat melepaskan partikel mikroplastik dan bahan kimia ke lingkungan saat bersentuhan dengan air.Penelitian dari Coventry University mengungkap bahwa masker jenis filtering facepieces melepaskan lebih banyak mikroplastik dibanding masker bedah biasa, dengan partikel-partikel tersebut berasal dari bahan seperti polypropylene, polyester, dan PVC yang tak mudah terurai secara alami.Selain mikroplastik, masker juga melepaskan bahan kimia berbahaya seperti Bisphenol B yang dapat mengganggu sistem hormon dan membahayakan organisme akuatik. Polutan ini berpotensi mencemari sumber air minum dan membahayakan kesehatan manusia.Dampak akumulasi mikroplastik dan bahan kimia ini masih kurang dipahami sepenuhnya, namun jumlah masker bekas yang sangat banyak di lingkungan memperbesar risiko berkelanjutan terhadap ekosistem dan rantai makanan.Para ahli mendorong pengembangan masker yang lebih ramah lingkungan dan pengelolaan limbah masker yang lebih baik agar mengurangi pencemaran ini. Kesadaran publik tentang risiko lingkungan dari masker sekali pakai juga sangat penting untuk masa depan yang lebih bersih dan sehat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.