Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rahasia DNA Melingkar yang Mengubah Hewan Laut Menjadi Makhluk Kompleks

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
QuantaMagazine QuantaMagazine
08 Okt 2025
297 dibaca
1 menit
Rahasia DNA Melingkar yang Mengubah Hewan Laut Menjadi Makhluk Kompleks

Rangkuman 15 Detik

Regulasi gen dan looping kromatin memainkan peran kunci dalam evolusi hewan multiseluler.
Cnidaria dan ctenophora menunjukkan arsitektur genom yang lebih kompleks dibandingkan dengan organisme uniseluler terdekat mereka.
Teknik seperti Micro-C memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang interaksi kromatin dan kontribusinya terhadap diferensiasi sel.
Cnidaria dan ctenophora adalah kelompok hewan laut paling tua yang dikenal, muncul sekitar 740 sampai 520 juta tahun lalu. Mereka sudah memiliki berbagai jenis jaringan, jauh lebih kompleks dibanding organisme uniseluler pendahulunya. Penelitian terbaru menemukan bahwa bukan gen baru yang mengawali kompleksitas ini, melainkan cara gen diatur dalam DNA. Mekanisme utama adalah looping kromatin, yaitu DNA menyusun bentuk lingkaran untuk mendekatkan bagian gen yang jauh secara fisik agar dapat berfungsi bersama. Looping kromatin memungkinkan pengaturan gen yang modular dan lebih fleksibel, terutama dengan penggunaan enhancer yang berada jauh dari gen target. Cara ini memungkinkan satu gen digunakan di berbagai jenis sel dengan fungsi berbeda. Teknologi Micro-C membantu para ilmuwan memetakan interaksi tiga dimensi kromatin di beberapa hewan ini, membuktikan adanya looping yang tidak ditemukan pada organisme uniseluler terdekatnya. Ini jadi langkah penting memahami evolusi hewan multiseluler. Meski demikian, masih banyak yang belum diketahui, seperti mekanisme pasti pembentukan looping tanpa protein CTCF di beberapa hewan ini dan bagaimana looping berperan pada evolusi selanjutnya. Penelitian lanjutan diharapkan bisa mengungkap lebih banyak lagi.

Analisis Ahli

Tessa Popay
Chromatin looping sangat masuk akal untuk mendukung ekspresi gen identitas sel, menguatkan peran regulasi jangka panjang dalam diferensiasi sel.
Marieke Oudelaar
Hipotesis mengenai looping dan modularitas yang lebih sederhana pada hewan awal menarik, meski dibutuhkan bukti lebih konkret selain korelasi.
Amos Tanay
Regulasi jarak jauh memang masuk akal sebagai kunci multicellularity, tapi perlu lebih banyak data lintas spesies untuk memastikan.
Iñaki Ruiz-Trillo
Spesies saat ini bukan cerminan sempurna nenek moyang dulu, jadi kesimpulan harus hati-hati.