Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pekerja Muda di Perusahaan Teknologi Turun Drastis karena AI dan Strategi Baru

Teknologi
Kecerdasan Buatan
YahooFinance YahooFinance
08 Sep 2025
293 dibaca
2 menit
Pekerja Muda di Perusahaan Teknologi Turun Drastis karena AI dan Strategi Baru

Rangkuman 15 Detik

Penurunan proporsi pekerja muda di perusahaan teknologi menunjukkan tantangan di pasar kerja.
AI berkontribusi terhadap pengurangan peluang kerja untuk lulusan baru, terutama dalam peran entry-level.
Perusahaan lebih memilih untuk merekrut karyawan yang lebih berpengalaman selama masa ketidakpastian ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pekerja muda berusia 21 hingga 25 tahun di perusahaan teknologi utama mengalami penurunan yang sangat tajam. Data terbaru dari platform kompensasi Pave menunjukkan bahwa di perusahaan teknologi publik, persentase pekerja muda telah turun dari 15,0% pada Januari 2023 menjadi hanya 6,7% pada pertengahan tahun 2025. Penurunan serupa juga terjadi di perusahaan swasta, meski tidak sebesar itu. Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah dampak dari kemajuan kecerdasan buatan (AI). AI telah menggeser banyak pekerjaan entry-level yang biasanya menjadi langkah awal bagi lulusan baru memasuki industri teknologi. Hal ini menyebabkan lulusan baru semakin sulit mendapatkan pekerjaan di perusahaan teknologi, terutama perusahaan publik yang lebih agresif dalam menyerap tenaga kerja berpengalaman daripada pemula. Sebagai konsekuensi, usia rata-rata para pekerja di perusahaan teknologi meningkat cukup signifikan. Di perusahaan publik, usia rata-rata naik dari 34,3 tahun pada 2023 menjadi 39,4 tahun pada 2025. Hal serupa juga terjadi di perusahaan swasta yaitu dari 35,1 tahun menjadi 36,6 tahun dalam kurun waktu yang sama. Ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih memilih pekerja yang lebih tua dan berpengalaman di masa tantangan ekonomi saat ini. Studi dari Stanford University mendukung temuan Pave, dengan menunjukkan penurunan pekerjaan sebesar 13% bagi kelompok usia 22 hingga 25 tahun di pekerjaan yang sangat dipengaruhi AI seperti insinyur perangkat lunak dan layanan pelanggan. Laporan dari Goldman Sachs dan Bank of America juga menunjukkan bahwa nilai gelar kuliah menurun dan tingkat pengangguran di kalangan lulusan baru mulai melebihi tingkat pengangguran nasional untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun. Secara keseluruhan, trend ini menimbulkan kekhawatiran bahwa masa depan pekerja muda di bidang teknologi akan semakin sulit. Perusahaan tampaknya lebih mengutamakan efisiensi dan pertumbuhan dengan mengandalkan karyawan berpengalaman, sehingga lulusan baru perlu memikirkan strategi baru dalam mengembangkan keterampilan agar tetap relevan dan bisa bersaing di pasar kerja yang terus berubah.

Analisis Ahli

Matt Schulman
AI tooling mengganggu banyak peran entry-level yang biasanya menjadi pintu masuk bagi lulusan baru, memaksa perubahan besar dalam pasar tenaga kerja awal karier.
Stanford University
Generative AI telah menggantikan pekerjaan untuk usia 22-25 di pekerjaan paling terpapar AI seperti rekayasa perangkat lunak dan layanan pelanggan, sementara pekerja yang lebih tua tetap stabil atau mendapatkan keuntungan.
Goldman Sachs
Nilai gelar perguruan tinggi menurun cepat, mengindikasikan tantangan besar bagi lulusan dalam memasuki pasar kerja.
Bank of America Global Research
Tingkat pengangguran lulusan baru mulai melebihi tingkat pengangguran keseluruhan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.